BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyepakati pelaksanaan muktamar dalam waktu dekat. Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Forum Konsultasi Syuriyah bersama jajaran Mustasyar PBNU yang digelar di Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur.
Katib Aam PBNU, Prof Mohammad Nuh, mengatakan PBNU menyambut positif hasil forum konsultasi tersebut sebagai bagian dari ikhtiar menjaga ketertiban organisasi dan keutuhan jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Forum ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebijaksanaan. Ada kesepahaman bersama untuk melangkah ke depan secara konstitusional,” ujar Nuh , dikutip dari Antara (26/12/2025).
Ia menjelaskan, seluruh kesepakatan yang dicapai akan ditindaklanjuti melalui mekanisme organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU serta peraturan perkumpulan yang berlaku. PBNU juga akan menyiapkan langkah-langkah teknis agar pelaksanaan muktamar dapat berlangsung tertib, sah, dan bermartabat.
“PBNU siap melaksanakan muktamar sebagaimana yang telah dicanangkan, dan itu akan dilakukan dalam waktu segera,” katanya.
Nuh menambahkan, Rais Aam PBNU dan Wakil Rais Aam turut menunjukkan sikap kebesaran jiwa dengan memberikan maaf atas permohonan maaf Ketua Umum PBNU terkait ketidakhati-hatian dalam mengundang Peter Berkowitz pada kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional NU (AKN NU).
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan tradisi NU yang menjunjung tinggi nilai akhlak, tabayun, serta penyelesaian persoalan secara arif dan bijaksana. Semangat yang dibangun dalam forum itu adalah kebersamaan dan komitmen menjaga keutuhan organisasi.
Baca Juga:
Soal Konflik PBNU, Said Aqil Ingatkan Hasil Musyawarah Kubro Bersifat Mengikat
PBNU pun mengajak seluruh warga nahdliyyin serta jajaran kepengurusan di semua tingkatan untuk menjaga suasana kondusif dan mempercayakan proses organisasi kepada mekanisme yang telah disepakati bersama.
Forum Konsultasi Syuriyah PBNU tersebut dihadiri Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar beserta jajaran Syuriyah PBNU, antara lain K.H. Abdullah Kafabihi, K.H. Mu’adz Thohir, K.H. Imam Buchori, K.H. Idris Hamid, H. Muhammad Nuh, Gus Muhib, dan Gus Yazid.
Hadir pula sejumlah tokoh NU lainnya, di antaranya Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif. Sementara dari unsur Tanfidziyah PBNU tampak Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf dan H. Amin Said Husni.
Adapun jajaran Mustasyar PBNU yang hadir antara lain K.H. Ma’ruf Amin, K.H. Anwar Manshur, K.H. Nurul Huda Djazuli, K.H. Abdullah Ubab Maimoen, serta K.H. Machasin.
(Budis)










