BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Roeslani menyampaikan bahwa Freeport McMoran setuju untuk melepas 12 persen saham miliknya ke Indonesia. Dengan begitu, kepemilikan Indonesia terhadap saham PT Freeport Indonesia (PTFI) akan meningkat menjadi 63 persen.
“Mereka sudah setuju untuk 12 persen,” ucap Rosan ketika ditemui di Kantor Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Jakarta, melansir Antara, Rabu Selasa (1/10/2025).
Rosan mengaku dirinya sudah bertemu secara langsung dengan Chairman Freeport-McMoRan Richard Adkerson dan CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dalam kunjungannya ke Amerika Serikat.
Usai melakukan negosiasi, Rosan mengungkapkan bahwa Freeport menyetujui divestai atau pelepasan 12 persen sahamnya kepada Indonesia, dari yang semula ditargetkam 10 persen. Selain itu Freeport bersedia melepas saham tersebut tanpa dipungut biaya.
“Dan mereka sudah menyetujui untuk memberikan saham 12 persen, ‘free of charge’ (tanpa dipungut biaya/gratis),” kata Rosan.
Selain menyetujui divestasi saham sebesar 12 persen, Freeport menyetujui untuk membangun dua universitas dan dua rumah sakit di Papua, untuk meningkatkan peran dokter di wilayah operasionalnya.
“Nanti dua rumah sakit dan dua universitas akan dibangun di sana, di Papua,” kata Rosan.
Baca Juga:
Freeport Umumkan Force Majeure Imbas Longsor Tambang Papua, Guncang Pasokan Tembaga Dunia!
2 Pekerja Freeport yang Terjebak Longsor Tambang Ditemukan Tewas
Adapun pelepasan saham atau divestasi ini merupakan salah satu syarat Freeport untuk memperpanjang Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Operasi Produksi yang dijadwalkan berakhir pada 2041.
Ayat (1) Pasal 195B Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara menyampaikan, IUPK Operasi Produksi dapat diberikan perpanjangan setelah memenuhi sejumlah kriteria.
Salah satu kriteria tersebut adalah melakukan perjanjian jual beli saham baru yang tidak dapat terdilusi minimal 10 persen dari total jumlah kepemilikan saham kepada BUMN.
Dengan penyerahan saham oleh Freeport McMoran, porsi saham pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI) yang diwakili holding BUMN tambang yakni PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) akan meningkat dari 51 persen menjadi 63 persen pada 2041.
Mengutip dari Bloomberg Technoz, Ketua Badan Kejuruan Pertambangan Perhimpunan Insinyur Indonesia (PII) Rizal Kasli menilai, meningkatnya kepemilikan saham PT Freeport akan memberikan kentungan lebih bagi Indonesia.
Tambang freeport dinilai masih memiliki potensi cadangan bijih yang belum dikeruk yang menjanjikan. Perusahaan juga memiliki rencana membuka tambang baru untuk meningkatkan jumlah cadangannya.
Namun, dengan meningkatnya porsi kepemilikan saham, pemerintah Indonesia perlu memperhitungkan biaya pengembangan yang akan bertambah sesuai dengan porsi sahamnya. Sementara proses pengembangan diprediksi membutuhkan modal besar dan teknologi yang tinggi.
“Tentu dengan penguasaan saham sebesar 63% tersebut, pemerintah yang diwakili oleh MIND ID harus menyediakan anggaran tambahan sesuai porsi sahamnya untuk pengembangan lanjutan potensi cadangan yang ada,” kata Rizal, Rabu (24/9/2025), seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Rizal mengungkapkan harapan agari biaya pengembangan sumber daya dan cadangan tambang tersebut tidak dipikul sendiri oleh Indonesia, melainkan tetap menggandeng Freeport.
(Raidi/Budis)











