Geledah Safe Deposit Box, KPK Temukan Uang dan Emas Diduga Hasil Gratifikasi Eks Pejabat Bea Cukai

-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menelusuri aliran dana dalam kasus dugaan suap impor dan gratifikasi dengan menyasar penyimpanan aset tersembunyi. Terbaru, penyidik menggeledah Safe Deposit Box (SDB) di salah satu bank di wilayah Kota Medan pada Senin (20/4).

KPK Temukan Uang dan Logam Mulia di SDB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah barang berharga yang diduga berkaitan dengan perkara.

“Dalam SDB yang diduga milik tersangka RZ tersebut, penyidik mengamankan dan menyita logam mulia, uang valas USD dan Ringgit, serta uang Rupiah dengan nilai keseluruhan sekitar Rp2 miliar,” ujar Budi.

SDB itu disebut berkaitan dengan Rizal, mantan Direktur Penyidikan dan Penindakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2024–Januari 2026 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Upaya Penguatan Bukti dan Pemulihan Aset

Penggeledahan ini dilakukan untuk memperkuat alat bukti dalam proses penyidikan, sekaligus menjadi bagian dari langkah awal pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, KPK juga telah menyita sejumlah barang elektronik dari Direktur Utama PT Sinkos Multimedia Mandiri, Faizal Assegaf. Barang yang diamankan antara lain komputer Apple Mac, kamera mirrorless Lumix S5IIX, monitor, hingga perangkat mikrofon nirkabel.

Baca Juga:

KPK Periksa Pengusaha Rokok Jateng, Telusuri Dugaan Korupsi di Ditjen Bea Cukai

Tujuh Tersangka Sudah Ditahan

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tujuh orang tersangka. Selain Rizal, terdapat nama-nama lain seperti Sisprian Subiaksono, Orlando, Andri, Budiman Bayu Prasojo, John Field, serta Dedy Kurniawan.

Seluruh tersangka saat ini telah ditahan di rumah tahanan KPK untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Berkas PT Blueray Dilimpahkan ke Jaksa

Khusus untuk pihak dari PT Blueray, penyidik telah melimpahkan berkas perkara ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dengan demikian, kasus tersebut akan segera memasuki tahap persidangan.

Langkah KPK ini menegaskan komitmen dalam mengusut tuntas praktik korupsi di sektor impor serta menelusuri aset-aset yang diduga berasal dari tindak pidana.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Gairah Baru Yamaha Aerox 155, Aplikasi Warna yang Elegan

2

Dirut Sritex Iwan Lukminto Ditangkap di Solo

3

Ini Cara Mudah "Copy Paste" di Perangkat MacBook, Anti Ribet!

4

Rilis Hari Ini! Temukan Perbedaan Xiaomi 14T dan Xiaomi 14T Pro

5

ITS Hadirkan Apartemen Kepiting Soka, Inovasi untuk Bantu Nelayan
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg