BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Tumpukan sampah setinggi hampir tiga meter menumpuk di kawasan Jalan Dakota, Kota Bandung dan menimbulkan bau menyengat yang mengganggu aktivitas warga. Kondisi ini sudah berlangsung selama berbulan-bulan tanpa penanganan berarti dari pihak terkait, membuat warga sekitar semakin geram.
Eman (50), warga setempat, menggambarkan kondisi tersebut bagai “gunung kecil dari sampah” yang kian meninggi setiap harinya karena terus ditambah oleh warga maupun orang luar yang melintas.
“Udah parah banget, sampahnya numpuk tinggi bisa lebih dari tiga meter kayak gunung. Udah lima bulan lebih nggak diangkut. Bau banget, apalagi kalau siang panas, nyengat sampai ke rumah-rumah,” kata Eman, Selasa (11/11/2025).
Eman mengatakan, tumpukan itu kini menjadi tempat pembuangan liar yang tidak terkendali. Warga mengaku kecewa karena janji penanganan dari pemerintah belum juga terealisasi, meski keluhan sudah berulang kali disampaikan.
“Katanya mau dibersihin, tapi sampai sekarang nggak jelas kapan. Tiap hari nambah terus, bukan cuma warga sini, banyak juga yang dari luar buang sampah sembarangan di sini,” ucapnya.
Baca Juga:
Bandung Ngebut Wujudkan 700 Kawasan Bebas Sampah Akhir Tahun
Selain bau menyengat, warga juga mengeluhkan munculnya lalat, tikus, dan belatung yang berpotensi menimbulkan penyakit. Kondisi lingkungan menjadi kotor dan tak nyaman, terutama bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi tumpukan.
“Kalau lewat sini saya pasti nutup hidung, da bau pisan. Banyak lalat, tikus, belatung. Udah nggak nyaman banget,” ujarnya
Eman berharap Pemerintah Kota Bandung segera turun tangan dan meninjau langsung kondisi di lapangan. Menurutnya, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut hingga menimbulkan dampak kesehatan bagi warga.
“Harusnya Wali Kota turun langsung lihat kondisi di sini. Jangan cuma janji-janji aja. Tolong segera diangkut, biar lingkungan bersih lagi. Jangan tunggu viral dulu baru bertindak,” tegasnya.
Warga sekitar berharap tumpukan sampah di Jalan Dakota segera dibersihkan dan dilakukan penataan tempat pembuangan sementara (TPS) agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka juga meminta pengawasan lebih ketat terhadap perilaku warga yang masih membuang sampah sembarangan.
(Kyy/Budis)










