Hambat Transisi Energi, Sri Mulyani Tekankan Antisipasi Dampak Ekonomi Global

Sri Mulyani Sebut Anggaran Sekolah Rakyat 2026 Alami Kenaikan Signifikan
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Doc Kemenkeu)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani melakukan antisipasi dampak perekonomian Global terhadap impelmentasi Transisi Energi Indonesia.

Hal ini disampaikan Menteri Keuangan saat melakukan diskusi dengan perwakilan Khusus Inggris untuk Iklim Rachel Kyte, di Kantor kemeterian Keuangan Jakarta. Menteri Sri Mulyani pun menyoroti kompleksnya upaya peralihan energi ditengah gejolak ekonomi global.

Ia menyampaikan, disrupsi yang terjadi pada rantai pasok telah membuat proses transisi energi kian melambat.

“Jika negara kehilangan investasi terhadap green energy karena kondisi ekonomi yang lemah, artinya proses transisi energi juga akan melambat,” kata Sri Mulyani elalui akun Instagram resmi, @smindrawati dikutip Minggu (11/5/2025), dikutip dari Antara.

Dampak ini akan mengakibatkan penggunaan energi tak terbarukan seperti batu bara akan semakin berlanjut, namun di sisi lain dampak perubahan iklim sendiri tidak dapat dihindari.

Sri Mulyani menegaskan bahwa kondisi ini merupakan masalah yang harus segera diatasi, ditengah gencarnya upaya Indonesia dalam mencapai transisi energi.

Indonesia menegaskan komitmennya melalui peta jalan (Roadmap) transisi energi di sektor ketenagalistrikan yang resmi diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Dalam roadmap tersebut tercantum sejumlah langkah strategis pemerintah yang akan di ambil untuk mempercepat Transisi Energi.

Baca Juga:

Peta Jalan Transisi Energi, Pemerintah Tetapkan 9 Langkah Srategis

Investasi Rp2 Triliun, Proyek PLTB Cirebon Diharapkan Dorong Transisi Energi Nasional

Sementara itu, Kementerian keuangan menunjukan dukungannya terhadap upaya transisi energi melalui sejumlah kebijakan.

Kepala Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Boby Wahyu Hernawan menyampaikan realisasi pendanaan APBN untuk iklim secara rata-rata sebesar Rp76,3 triliun per tahun atau 3,2 persen dari APBN.

Kemenkeu juga telah memberikan berbagai insentif pajak, seperti untuk sektor pembangkit listrik terbarukan dan kendaraan listrik. Sejak 2019 hingga 2024 pemerintah telah memberikan insentif fiskal senilai Rp38,8 triliun untuk sektor-sektor terkait iklim, yang diperkirakan mencapai Rp51,5 triliun hingga akhir 2025.

Sedangkan dari sektor swasta, pemerintah terus mendorong pelaku usaha untuk proaktif mengurangi emisi karbon, menerapkan praktik berkelanjutan, dan berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan. Inovasi teknologi ini termasuk efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan pelaporan jejak karbon produk.

Pemerintah juga mendorong pelaku usaha melakukan climate budget tagging dan mendukung pelaksanaan kebijakan nilai ekonomi karbon, yang kini terbuka untuk pasar domestik dan internasional.

(Raidi/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru