Hilal Nihil, Pemerintah Resmi Tetapkan Puasa Ramadan 2026 Mulai 19 Februari

awal Ramadhan 2026
Ilustrasi. (wahdahmakassar)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Penetapan awal Ramadan kembali menjadi perhatian umat Islam di Indonesia. Momentum ini selalu dinanti karena menjadi penanda dimulainya ibadah puasa yang sarat makna spiritual.

Melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, pemerintah menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis (19/2/2026). Keputusan diambil setelah menggabungkan data hisab astronomi dan laporan rukyatul hilal dari berbagai daerah.

Sidang Isbat: Hilal Tidak Memenuhi Kriteria

Forum sidang isbat menghadirkan perwakilan ormas Islam, ahli falak, pakar astronomi, serta unsur pemerintah. Dari pemaparan yang disampaikan, posisi hilal saat matahari terbenam di sebagian besar wilayah Indonesia belum memenuhi standar visibilitas MABIMS.

Laporan rukyat dari berbagai titik juga menunjukkan hasil seragam: hilal tidak terlihat. Karena itu, bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari dan awal Ramadan ditetapkan pada 19 Februari 2026.

Pemantauan hilal dilakukan serentak dari barat hingga timur Indonesia menggunakan teleskop dan perangkat optik. Cuaca di sejumlah lokasi sebenarnya cukup mendukung, tetapi ketinggian hilal yang terlalu rendah di atas ufuk barat menjadi kendala utama.

Pemantauan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sempat diharapkan memberi sudut pandang berbeda pun menghasilkan kesimpulan sama. Tidak ada satu pun laporan sah yang menyatakan hilal terlihat.

Penjelasan Astronomis

Secara ilmiah, awal bulan hijriah ditentukan oleh posisi bulan terhadap matahari dan bumi. Dalam kasus Ramadan 2026, data hisab menunjukkan tinggi hilal masih berada di bawah kriteria imkanur rukyat MABIMS.

Kondisi ini membuat hilal secara teori memang sangat sulit diamati, bahkan dengan alat bantu. Situasi seperti ini bukan hal baru dalam kalender hijriah, sehingga keputusan pemerintah dinilai konsisten dengan pendekatan ilmiah.

Baca Juga:

Hilal Tak Terlihat di 7 Titik Jawa Barat, 1 Ramadan Berpotensi Jatuh Kamis

Rukyat dan Hisab

Di Indonesia, penentuan awal bulan tidak hanya bertumpu pada satu metode. Hisab digunakan untuk memprediksi posisi bulan secara matematis, sementara rukyat menjadi verifikasi lapangan melalui observasi langsung.

Pendekatan kombinasi ini dianggap sebagai jalan tengah yang menjaga legitimasi keagamaan sekaligus akurasi ilmiah. Karena itu, hasil sidang isbat umumnya dapat diterima oleh mayoritas umat Islam.

Penetapan 1 Ramadan 1447 H pada 19 Februari 2026 menegaskan bahwa mekanisme sidang isbat masih menjadi rujukan utama pemerintah. Konsistensi data hisab dan laporan rukyat menjadi fondasi keputusan tersebut.

Dengan kepastian ini, umat Islam di Indonesia diharapkan dapat menyambut bulan suci dengan persiapan yang lebih matang dan penuh kekhusyukan.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru