Honda EM1 e Versi Biasa dan PLUS: Selisih Harga Rp500 Ribuan, Apa Perbedaanya?

Honda em1 e
Foto (Honda)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TM.ID: Honda EM1 e dan EM1 e Plus telah resmi dijual di Indonesia oleh PT  Astra Honda Motor (AHM). Kedua varian ini memiliki perbedaan baik dari sisi harga maupun spesifikasi.

Meskipun pada pandangan pertama spesifikasi keduanya nampak serupa, perbedaan signifikan muncul ketika kita melihat lebih dalam.

Perbedaan Honda EM 1 e versi Biasa dan PLUS

baterai honda em1 e (2)
Ilustrasi (AHM)

Melansir laman AHM, Kedua varian, EM1 e dan EM1 e Plus, memiliki daya tempuh mencapai 41,1 kilometer dan kecepatan maksimal 45 kilometer per jam dalam mode standar. Motor listrik ini menggunakan in-wheel brushless motor dengan tenaga maksimal 1,7 kW pada 540 rpm.

Beda Rp 500 Ribuan

Perbedaan harga sebesar Rp 500 ribu antara EM1 e dan EM1 e Plus mungkin membuat anda bertanya-tanya, apa yang sebenarnya menjadi pembeda di antara keduanya? Jawabannya terletak pada penggunaan rear rack atau braket tambahan pada bagian belakang.

Bagi pembeli EM1 e standar yang ingin meningkatkan kapasitas angkut, rear rack tersedia sebagai pilihan tambahan. PT Astra Honda Motor juga menyediakan rear rack ini dengan harga sekitar Rp 591 ribu. Perbedaan lain terletak pada bobot, dengan varian standar memiliki bobot 94 kilogram, sementara EM1 e Plus dengan rear rack mencapai 96 kilogram.

Selain perbedaan fungsional, perbedaan lain terdapat pada opsi warna. EM1 e hadir dengan tiga pilihan warna, yakni Innovative White, Intelligent Matte Black, dan Smart Red. Sementara EM1 e Plus hadir dengan pilihan warna Excellent Matte Silver.

Honda EM1 e telah dilengkapi dengan teknologi lampu LED di semua titik pencahayaan, Inner Rack, dan USB charger type A. Panel meter digital mendukung penggunaan sepeda motor listrik ini dengan menampilkan kecepatan, jarak, jam, trip meter, pilihan mode daya (Standar dan hemat/ECON), serta indikator baterai.

Ruang kaki yang nyaman, desain pijakan yang datar, jok yang dapat digunakan secara pribadi maupun berboncengan, tinggi dari permukaan tanah sebesar 135mm, dan sistem pengereman canggih dengan cakram depan berukuran 190mm adalah fitur-fitur yang membuat pengalaman berkendara semakin memikat.

Setelah mendapat bantuan pemerintah untuk pembelian motor listrik, Honda EM1 e dipasarkan dengan harga Rp 33.000.000, sedangkan Honda EM1 ePlus dengan rear rack memiliki harga Rp 33.500.000.

Dengan perbedaan harga yang wajar, pilihan antara Honda EM1 e dan EM1 e Plus sangat tergantung pada kebutuhan dan preferensi anda.

 

(Saepul/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru