CIMAHI, TEROPONGMEDIA.ID – Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bertema Konsep Diri Penyandang Disabilitas Fisik di UPTD Pusat Layanan Sosial Griya Harapan Difabel (PPSGHD), Cimahi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari diseminasi temuan penelitian kompetitif nasional yang mengkaji peran pembatik muda dalam menginspirasi karya dan pemberdayaan diri penyandang disabilitas dalam konteks inklusi sosial.
Kegiatan PkM ini diikuti oleh manajemen Batik Griya Harapan Difabel, para pembatik difabel, serta perwakilan dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Acara berlangsung dengan antusias dan menjadi ruang diskusi bersama terkait pembentukan konsep diri, kemandirian, serta peran sosial penyandang disabilitas fisik.
Acara diawali dengan sambutan dari Bapak Hari Supada, S.E., M.Si., selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dinas Sosial. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, lembaga sosial, dan pemerintah dalam mendorong praktik pemberdayaan penyandang disabilitas yang berkelanjutan dan inklusif.
Baca Juga:
Dosen UNIBI Edukasi dan Lestarikan Pencak Silat via Buku Augmented Reality
UNIBI Gelar Wisuda ke-18 Tahun 2025 dan Kukuhkan 349 Lulusan
Dalam rangkaian kegiatan ini, Ibu Shinta Hartini Putri, S.I.Kom., M.Si. hadir sebagai narasumber yang memberikan materi seminar berjudul “Peran Komunikasi dalam Penguatan Konsep Diri Pembatik Muda Disabilitas fisik”, yang menyoroti pentingnya peran komunikasi dalam membangun kepercayaan diri, penghargaan terhadap diri sendiri, serta kemandirian penyandang disabilitas fisik melalui aktivitas membatik.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Program Studi Ilmu Komunikasi UNIBI berharap sosialisasi, seminar, dan FGD yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi penyandang disabilitas serta pihak pengelola.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi dalam penguatan konsep diri, kemandirian, peran sosial penyandang disabilitas fisik, serta dapat memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga layanan sosial, dan pemerintah dalam mendukung upaya pemberdayaan penyandang disabilitas secara berkelanjutan dan inklusif.











