JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengakui telah menerima informasi bahwa nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2025 siswa kelas 12 mengalami penurunan signifikan.
Sebagai Informasi, nilai TKA tersebut nantinya menjadi salah satu indikator penting dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi atau SNBP 2026.
Meski demikian, Eduart menegaskan proses seleksi SNBP 2026 akan tetap mengedepankan prinsip keadilan. Panitia akan menilai potensi siswa secara menyeluruh dan tidak semata-mata bertumpu pada satu komponen penilaian.
“Jangan sampai terjadi ketidakadilan terhadap peserta SNBP. Semua elemen asesmen yang dimiliki siswa akan kami perhatikan dalam proses seleksi,” ujar Eduart, Selasa, 23 Desember 2025.
Menurutnya, panitia SNPMB akan bersikap bijak dalam menyikapi hasil TKA. Nilai tersebut akan digunakan sebagai bahan validasi bersama dengan nilai rapor yang diunggah peserta.
“Kami punya rumusan untuk melihat rentang nilai TKA dan kesesuaiannya dengan nilai rapor. Dari situ akan terlihat apakah nilainya valid atau tidak, termasuk melihat penyebab turunnya nilai,” ungkapnya.
Eduart juga menyebutkan, bahwa pelaksanaan TKA 2025 tidak lepas dari berbagai persoalan, termasuk adanya indikasi kecurangan. Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan pelaksanaan TKA akan dilakukan.
“Standarisasi harus berlaku sama di seluruh Indonesia. Itu penting agar proporsinya bisa ditentukan dengan baik dan adil,” katanya.
Saat ini, panitia SNPMB belum menetapkan besaran bobot nilai TKA dalam penentuan kelulusan SNBP 2026. Namun, TKA dipastikan menjadi salah satu syarat utama pendaftaran.
“TKA menjadi syarat untuk mendaftar SNBP. Nilai ini digunakan sebagai validator selain rapor peserta,” jelas Eduart.
Sebagai Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia, Eduart menyebut pihaknya masih menunggu penyerahan resmi data TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Hingga kini, hasil TKA belum diterima oleh para rektor.
“MRPTNI maupun Kemendiktisaintek belum menerima hasil TKA-nya,” ujarnya.
Penentuan bobot nilai TKA dalam SNBP 2026 baru akan dibahas setelah seluruh data diterima dan dianalisis bersama oleh panitia SNPMB dan MRPTNI.
“Kami akan melihat hasil TKA terlebih dahulu. Setelah itu, baru dirumuskan bersama untuk memposisikan TKA dalam skema seleksi,” katanya.
Selain untuk penentuan proporsi, evaluasi juga diperlukan untuk menyikapi isu kecurangan peserta TKA.
“Kami masih menunggu keputusan Kemendikdasmen terkait peserta yang terindikasi curang, apakah nilainya akan dibatalkan atau bagaimana,” ujar Eduart.
Baca Juga:
Catat! DPR Sebut Warga Bisa Manfaatkan Kayu Gelondongan Sisa Banjir Sumatera
Diskon Tiket Pesawat Hadir di Rute Populer Nataru 2025, Harga Mulai Rp700 Ribuan
Sementara itu, Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Toni Toharudin, mengatakan nilai TKA akan diserahkan kepada Majelis Rektor PTN pada 23 Desember 2025.
“Besok data TKA akan kami alirkan ke Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri,” kata Toni dalam taklimat media di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025.
Dengan mekanisme tersebut, siswa tidak perlu mengunggah hasil TKA saat mendaftar SNBP 2026 karena data sudah diterima langsung oleh pihak perguruan tinggi. Pendaftaran SNBP sendiri dijadwalkan mulai 3 Februari 2026.
Terkait besaran pengaruh nilai TKA terhadap SNBP 2026, Toni menegaskan hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan perguruan tinggi.
“Proporsi dan pengelolaannya diserahkan ke perguruan tinggi, itu bukan ranah kami,” ujarnya.
(Dist)











