Indonesia – Uni Eropa Sepakati CEPA, Buat Tarif Dagang Kedua Pihak 0 Persen

CEPA Uni Eropa
Presiden Prabowo Subianto bersam Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen (Dok Setpres BPMI)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Indonesia dan Uni Eropa (UE) menyepakati perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) atau IEU-CEPA. Kesepakatan ini menjadi langakah besar untuk menciptakan perdaganan bebas antara kedua pihak.

Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto setelah pertemuannya dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Brussels, Belgia, pada Minggu (13/7/2025).

“Jadi kita sudah punya sekarang perjanjian komprehensif ekonomi partnership agreement antara Indonesia dan Uni Eropa, yang sebetulnya ini adalah menjadi free trade agreement ya,” kata Prabowo, seperti dikutip dari Antara.

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa kesepakatan politik antara Indonesia dan UE merupakan sebuah capaian besar usai 10 tahun melakukan negosiasi.

“Luar biasa, terobosan besar, setelah 10 tahun negosiasi, hari ini kita tembus, break through. Semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan,” katanya.

Melalui perjanjian dagan ini, kedua pihak telah menyepakati banyak perjanjian untuk saling mengakomodasi kepentingan ekonomi satu sama lain.

“Kami menemukan kepentingan-kepentingan itu saling menguntungkan satu sama lain,” kata Prabowo.

Baca Juga:

Airlangga Klaim Tarif Impor AS 32 Persen untuk Indonesia Ditunda!

Lanjutkan Negosiasi Tarif dengan AS, Indonesia Tawarkan Impor Energi hingga Investasi Mineral Kritis

Prabowo menyampaikan, dengan adanya kesepakatan IEU-CEPA ini membuat hampir semua tarif perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa akan menjadi nol persen.

“Hampir semua tarif kita sudah selesai ya, hampir semuanya 0%. Jadi ini saya tekankan terobosan baru,” ujarnya.

Prabowo menegaskan bahwa perjanjian ini merupakan kerjasama strategis yang dapat membuka akses yang sangat besar bagi Indonesia ke pasar Uni Eropa.

“Uni Eropa pasar yang sangat besar, jumlah penduduk 460 juta lebih. Total GDP mereka sangat besar, perdagangan mereka juga sangat besar,” jelasnya.

Dengan terwujudnya IEU-CEPA, Prabwo menilai Indonesia memiliki alternatif mitra dagang yang kuat ditengah ketidakpastian global.

“Alhamdulillah suatu peristiwa bersejarah. Kita dalam keadaan ketidakpastian dunia sekarang, kita punya alternatif-alternatif yang kuat,” imbuhnya.

Kesepakatan antara Indonesia dengan Uni Eropa daalm IEU-CEPA ini rencananya akan ditandatangani pada September 2025 mendatang.

Penyelesaian IEU-CEPA nantinya bakal dilakukan oleh Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Maros Sefcovic dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.

(Raidi/Aak)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

2

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

3

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

4

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions

5

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru