BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Melalui Tim Synexa, UMS berhasil meraih medali perak dalam ajang Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) 2025 lewat inovasi bertajuk Smart Stroke.
Smart Stroke merupakan perangkat berbasis jam pintar (smartwatch) yang dikembangkan untuk membantu proses pemulihan pasien pascastroke. Inovasi ini dirancang untuk memantau kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat serta menjalani latihan sensorimotor secara rutin, dengan dukungan keluarga dan keterhubungan langsung dengan tenaga kesehatan.
Tim Synexa beranggotakan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Onic Agustino dan Nuril Anwar dari Program Studi Teknik Informatika, Dani Hendrawan dari Farmasi, serta Zahara Naura Azalia dari Fisioterapi. Kolaborasi lintas bidang tersebut menjadi kunci dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan pasien.
Baca Juga:
SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia
Salah satu anggota tim, Dani Hendrawan, menjelaskan bahwa ide Smart Stroke berangkat dari kepedulian terhadap tingginya angka kekambuhan (relaps) pada pasien stroke. Kondisi tersebut, menurutnya, kerap dipicu oleh rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalani terapi serta minimnya pendampingan berkelanjutan.
“Kami melihat banyak pasien stroke yang sudah menjalani terapi, tetapi masih kesulitan menjaga keteraturan minum obat dan latihan fisik secara konsisten,” ujar Dani, dikutip dari laman resmi UMS, Rabu (30/12/2025).
Ia menambahkan bahwa inovasi Smart Stroke sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
“Melalui Smart Stroke, kami berharap dapat menghadirkan solusi berbasis teknologi yang tidak hanya membantu pasien, tetapi juga melibatkan keluarga dalam proses pemulihan,” katanya.











