BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Departemen Teknik Biomedik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghadirkan inovasi di bidang kesehatan. Kali ini, mereka menciptakan sebuah cermin cerdas bernama Hi-Me!, yang dirancang untuk melakukan skrining kesehatan secara cepat berbasis teknologi multisensor dan deep learning.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa angkatan 2022 bernama Masuk Surga, yang beranggotakan Nehemy Davis Suryanto, Andi Lisnaini Ramadhani, dan Wean Harmiwan Bontong, dengan pendampingan dosen pembimbing Nada Fitrieyatul Hikmah ST MT. Hi-Me! dirancang sebagai solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi layanan kesehatan, khususnya pada tahap pemeriksaan awal pasien.
“Alat ini merupakan hasil brainstorming tim kami bersama dosen pembimbing untuk mengembangkan riset tugas akhir menjadi inovasi yang aplikatif,” ujar Andi Lisnaini Ramadhani, dikutip dari laman resmi ITS, Kamis (15/1/2026).
Gagasan pengembangan Hi-Me! berawal dari dorongan untuk menjawab persoalan lamanya antrean pasien di fasilitas kesehatan. Andi menjelaskan, waktu tunggu pemeriksaan kerap melebihi batas ideal 60 menit sebagaimana ketentuan Kementerian Kesehatan. Hi-Me! hadir untuk memangkas waktu tersebut melalui proses skrining mandiri yang cepat dan efisien.
Secara teknologi, Hi-Me! memanfaatkan lima sensor utama untuk mengukur tinggi badan, berat badan, suhu tubuh, laju pernapasan, dan denyut nadi. Selain itu, perangkat ini juga didukung tiga model deep learning yang mampu mengestimasi tekanan darah sistolik, tekanan darah diastolik, serta kadar gula darah secara non-invasif.
“Dengan teknologi tersebut, Hi-Me! mampu mengukur delapan parameter tanda vital tubuh hanya dalam waktu sekitar tiga menit,” kata Andi.
Tak hanya berfungsi sebagai alat skrining, Hi-Me! juga dilengkapi dengan sistem electronic medical record (EMR) berbasis web. Melalui sistem ini, pengguna dapat menyimpan dan mengakses hasil pemeriksaan secara daring tanpa harus terhubung langsung dengan sistem rumah sakit.
“Meski belum terintegrasi dengan rumah sakit, EMR berbasis web ini memungkinkan data kesehatan tersimpan rapi dan mudah diakses kapan saja,” jelas Andi.
Dari sisi efisiensi, Hi-Me! dinilai mampu membantu tenaga medis dalam memperoleh data awal kondisi pasien secara lebih praktis. Integrasi delapan parameter vital dalam satu perangkat menjadikan proses pemeriksaan lebih ringkas dan minim kesalahan, karena sensor telah melalui proses kalibrasi.
“Dengan satu alat, delapan parameter bisa terdeteksi otomatis. Ini jauh lebih praktis dan tetap akurat,” imbuhnya.
Baca Juga:
Inovasi Mahasiswa UMM, Membuat Sirup Temulawak Pencegah Asam Urat
Meski demikian, tim pengembang menyadari bahwa Hi-Me! masih memerlukan pengembangan lanjutan sebelum digunakan secara luas. Saat ini, kesiapan alat baru mencapai sekitar 50 persen, dengan fokus pengembangan pada peningkatan akurasi model deep learning, penyempurnaan kalibrasi sensor, serta uji kelayakan dan sertifikasi alat.
“Masih dibutuhkan penelitian lanjutan agar Hi-Me! benar-benar siap digunakan secara komersial di fasilitas kesehatan,” ujar Wean Harmiwan Bontong.
Ke depan, tim Masuk Surga berencana mengembangkan Hi-Me! agar dapat digunakan oleh berbagai kelompok usia. Dengan slogan Your Health, Reflected in Seconds, Hi-Me! diharapkan menjadi representasi layanan kesehatan yang efisien, terintegrasi, dan inklusif.
Inovasi ini juga sejalan dengan implementasi Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Melalui Hi-Me!, mahasiswa ITS menunjukkan langkah konkret dalam mendukung transformasi digital sektor kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui teknologi yang cerdas dan berkelanjutan.











