BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Kendaraan niaga Mahindra Scorpio Pickup menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai kendaraan operasional dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sebanyak 35.000 unit direncanakan diekspor ke Indonesia pada 2026, menjadikannya salah satu pengiriman ekspor terbesar bagi produsen otomotif asal India tersebut.
Model ini dikenal sebagai pikap utilitas dengan konstruksi sasis ladder frame yang tangguh, dirancang untuk menghadapi medan berat. Struktur tersebut memungkinkan kendaraan mudah dimodifikasi sesuai kebutuhan operasional, mulai dari mobil patroli, ambulans, kendaraan proyek, hingga pikap bak terbuka untuk distribusi barang.
Berdasarkan informasi resmi, Scorpio Pickup dibekali mesin diesel 2.2 liter mHawk yang menghasilkan tenaga sekitar 140 PS dengan torsi puncak 320 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual enam percepatan, serta dilengkapi sistem penggerak empat roda (4×4) guna menunjang performa di medan tidak rata.
Baca Juga:
Spesifikasi Mahindra Thar 4×2, Torsinya Tembus 300 Nm!
Dari sisi dimensi, panjang kendaraan ini berkisar 5.155–5.165 mm dengan ground clearance 230 mm. Ukurannya sedikit lebih ringkas dibandingkan model double cabin yang telah lama beredar di Indonesia seperti Toyota Hilux, Mitsubishi Triton, dan Isuzu D-Max.
Untuk fitur, Scorpio Pickup menyediakan kelengkapan dasar seperti AC, power window, sistem audio 2DIN, hingga cruise control pada varian tertentu. Sementara aspek keselamatan mencakup dual airbag, ABS, central locking dengan remote, serta struktur bodi yang diklaim kuat untuk menunjang kapasitas angkut berat.
Di segmen pikap niaga, model ini diposisikan sebagai alternatif yang lebih terjangkau dibandingkan sejumlah kompetitor. Di pasar India, banderolnya berada di kisaran setara Rp250 juta hingga Rp300 jutaan, menjadikannya opsi menarik untuk kebutuhan operasional berskala besar seperti program koperasi.











