JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) resmi masuk jajaran elit global setelah didapuk sebagai anggota Dewan Penasihat Bloomberg New Economy, forum bergengsi yang didirikan pengusaha Michael Rubens Bloomberg.
Bloomberg New Economy, yang berdiri sejak 2018, dikenal sebagai wadah dialog strategis terkait pergeseran kekuatan ekonomi global dari Barat ke Timur serta akselerasi akibat digitalisasi.
Michael Bloomberg yang merupakan salah satu yahudi tokoh ternama, pendiri forum sekaligus mantan wali kota New York tiga periode, ia juga masih tercatat sebagai penasihat aktif. Bloomberg juga dalam daftar 50 Yahudi Paling Berpengaruh 2025 versi The Jerusalem Post.
“Misi kami ialah menghadapi tantangan terbesar bagi kemakmuran global dan mendorong dialog menuju solusi,” tulis laman resmi Bloomberg New Economy, dikutip Senin (22/9/2025).
Melansir JPNN, Forum ini kerap menjadi ajang pertemuan kelas dunia dengan program Catalysts, yang melibatkan pemerintah, swasta, dan industri global. Beberapa konferensi besar telah diselenggarakan di Singapura, Beijing, Panama City, Dublin, Marrakesh, hingga Sao Paulo.
Baca Juga:
Pemerintah Buka Peluang Lebur Kementerian BUMN ke Danantara
Masih Dikeluhan, Menkeu Purbaya Bakal Sidak Perkembangan Core Tax
Selain Jokowi, nama-nama besar lain yang duduk di Dewan Penasihat antara lain mantan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, eks Deputi PM Singapura Gan Kim Yong, serta Gina Raimondo, Menteri Perdagangan AS periode 2021–2025. Dari kalangan akademisi ada Prof. Gita Gopinath dari Harvard University dan Prof. Merit Janow dari Columbia University.
Tokoh keuangan dunia pun ikut bergabung, seperti Dawn Fitzpatrick (CEO sekaligus CIO Soros Fund Management) dan Jorge Paulo Lemann, miliarder asal Brasil yang dijuluki “Raja Bir”.
“Komunitas kami yang terdiri dari kepala negara, menteri senior, pimpinan organisasi multilateral, CEO multinasional, pendiri, investor, hingga aktivis, baik yang masih menjabat maupun yang sudah pensiun, kini berjumlah lebih dari 1.500 orang,” tulis keterangan resmi Bloomberg New Economy.
(Dist)











