BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Aryna Sabalenka kembali menunjukkan mengapa ia layak disebut sebagai petenis paling tangguh di dunia. Di tengah tekanan, momentum yang nyaris lepas, dan lawan yang tampil agresif, sang juara US Open 2025 berhasil menemukan keseimbangan sempurna, antara kendali dan ledakan tenaga untuk menaklukkan Jessica Pegula di WTA Finals Riyadh.
Berlaga di King Saud University Indoor Arena, Minggu (2/11) malam waktu setempat, petenis unggulan pertama itu menang dramatis 6-4, 2-6, 6-3 dalam duel berdurasi dua jam di Group Steffi Graf. Kemenangan ini menjaga rekor tak terkalahkannya (2-0) sekaligus membuka peluang lebar menuju semifinal WTA Finals 2025.
Sabalenka sempat kehilangan kendali di set kedua saat Pegula mengubah pola permainan menjadi lebih cepat dan agresif. Namun, di set penentuan, Sabalenka menemukan ritmenya kembali dengan strategi berani: mengambil alih tempo permainan dan melancarkan pukulan bertenaga untuk menekan Pegula dari baseline.
“Ia selalu memaksa saya bermain di batas kemampuan. Di set kedua, ia benar-benar mendikte pertandingan. Tapi di set ketiga, saya berkata pada diri sendiri untuk lebih berani, lebih agresif dan mencoba membalikkan tekanannya,” ungkap Sabalenka, melansir WTA, Rabu (5/11/2025).
Baca Juga:
Hasilnya terbukti. Di set ketiga, Sabalenka mematahkan servis Pegula di momen krusial dan menutup pertandingan dengan ekspresi lega, sekaligus mengamankan kemenangan kesembilannya dari 12 pertemuan kontra petenis asal Amerika Serikat itu.
Pertemuan Sabalenka dan Pegula telah berkembang menjadi salah satu rivalitas paling menarik di tur WTA. Tiga duel terakhir mereka selalu berakhir lewat pertarungan tiga set, bukti betapa tipisnya jarak kemampuan di antara keduanya.
“Saya suka bermain melawannya karena pertandingan kami selalu keras, penuh intensitas, dan menuntut saya tampil di level tertinggi,” ujar Sabalenka.
Kemenangan atas Pegula juga mencatatkan tonggak penting bagi Sabalenka. Ia kini mengoleksi 61 kemenangan sepanjang musim 2025, termasuk 13 kemenangan atas petenis top-10 dunia, torehan terbanyak melawan petenis elite dalam satu musim sejak Iga Swiatek mencatat 15 kemenangan serupa pada 2022.
Dengan dua kemenangan di Grup Steffi Graf, Sabalenka kini menjadi satu-satunya petenis tak terkalahkan. Ia tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi di laga pamungkas melawan Coco Gauff untuk memastikan diri lolos ke semifinal dengan rekor sempurna 3-0.
Bahkan, jika kalah, peluangnya masih sangat terbuka karena selisih kemenangan set dan game masih berpihak padanya.
“Setiap pertandingan di turnamen ini seperti final kecil. Saya tahu semua pemain di sini bisa mengalahkan siapa pun, jadi saya hanya fokus untuk terus melangkah dan menikmati tekanan itu.” pungkasnya.
(Budis)







