BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Serial Korea terbaru Bon Appetit, Your Majesty menghadirkan karakter Raja Lee Heon (diperankan Lee Chae Min) yang ternyata terinspirasi dari sosok nyata dalam sejarah Dinasti Joseon, yaitu Raja Yeonsan. Meski nama tokoh diubah, kisahnya berakar dari sejarah kelam penguasa yang dikenal dengan kekejamannya itu.
Seperti karakter fiksi Lee Heon, masa kecil Raja Yeonsan penuh trauma. Ibunya, Ratu Yun, dieksekusi dengan cara diracun paksa setelah diasingkan karena perilaku keras. Sejak kecil, Yeonsan tumbuh dengan keyakinan bahwa Ratu Jeonghyeon, istri ketiga ayahnya, adalah ibu kandungnya.
Kenyataan baru terungkap saat ia naik takhta. Mengetahui kebenaran pahit itu, Raja Yeonsan berusaha mengembalikan gelar ibunya secara anumerta.
Namun, ia justru menghadapi penolakan keras. Sebagai balasan, ia menghukum mati, bahkan memaksa bunuh diri orang-orang yang dianggap terlibat dalam kematian ibunya.
Yeonsan kemudian dikenal sebagai salah satu raja paling brutal dalam sejarah Joseon. Ia menutup universitas kerajaan Sungkyunkwan dan menjadikannya tempat hiburan pribadinya.
Bahkan, ia memerintahkan penculikan ratusan perempuan dari seluruh semenanjung untuk dijadikan penghibur di istana.
Lebih jauh, ia melarang penggunaan Hangul karena rakyat jelata memanfaatkannya untuk mengkritik pemerintah. Ia juga menutup kuil Buddha Wongaksa serta menindas mereka yang menentangnya.
Dua kali pembersihan berdarah terhadap kelas cendekiawan Sarim juga terjadi di bawah pemerintahannya. Setelah 12 tahun berkuasa, Raja Yeonsan akhirnya digulingkan oleh bangsawan dan pejabat istana, lalu digantikan adik tirinya. Ia meninggal hanya dua bulan setelah diasingkan.
Baca Juga:
Adaptasi dalam Drama Korea
Dalam Bon Appetit, Your Majesty, beberapa detail sejarah tetap ditampilkan, seperti penculikan perempuan secara sistematis dan penyitaan rumah untuk dijadikan area berburu kerajaan. Namun, fokus utama serial ini bukan pada dokumentasi sejarah, melainkan kisah cinta fantasi dengan latar kerajaan.
Keputusan mengganti nama Yeonsan menjadi Lee Heon dinilai sebagai langkah tepat. Hal ini menciptakan jarak antara sosok nyata dan karakter fiksi, sehingga penonton bisa menikmati jalan cerita tanpa terbebani oleh sejarah kelam yang sesungguhnya.
Meski demikian, bagi yang ingin melihat penggambaran lebih realistis mengenai Raja Yeonsan, kisahnya sudah diangkat dalam sejumlah karya film Korea, seperti Prince Yeonsan (1961), The King and the Clown (2005), dan The Treacherous (2015).
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











