Ketika Bahasa Sunda Naik Kelas Lewat Film di Bioskop

-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Di tengah dominasi film berbahasa Indonesia dan asing, sebuah langkah berani hadir dari perfilman daerah. Sunda Emperor, film terbaru karya Angling Sagaran, tampil beda dengan satu keputusan krusial.

Film ini menggunakan 100 persen bahasa Sunda sebagai bahasa utama. Bukan sekadar gimmick, pilihan ini menjadi pernyataan kuat bahwa bahasa daerah mampu hidup, relevan, dan bersaing di layar lebar nasional.

Dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 2026, Sunda Emperor memadukan drama, komedi, dan petualangan dalam balutan budaya Sunda yang autentik namun dikemas modern. Film produksi ‘Sapawave Film’ ini mengangkat kisah seorang pemuda Sunda bernama Miheng yang hidup sederhana, hingga suatu hari mendapati kabar mengejutkan bahwa dirinya merupakan keturunan Raja Sunda.

Namun yang membuat film ini menarik bukan hanya premis ceritanya, melainkan cara bahasa Sunda diposisikan sebagai identitas utama, bukan sekadar latar.

Bahasa Daerah, Cerita Masa Kini

Angling Sagaran, yang berperan sebagai produser, sutradara, sekaligus penulis naskah, menegaskan bahwa Sunda Emperor ingin membuktikan bahwa bahasa Sunda tidak terjebak pada romantisme masa lalu. Justru sebaliknya, bahasa ini hadir membumi, komunikatif, dan dekat dengan kehidupan generasi sekarang.

“Film ini bukan hanya tentang sejarah atau kerajaan, tapi tentang bagaimana identitas budaya, termasuk bahasa Sunda yang bisa hidup di masa kini,” ujar Angling.

Dialog-dialog dalam film ini dirancang natural, ringan, dan kontekstual. Penonton tidak disuguhi bahasa Sunda yang kaku atau terlalu formal, melainkan bahasa percakapan yang sehari-hari digunakan masyarakat, lengkap dengan humor, konflik, dan emosi yang dekat dengan realitas.

Tantangan dan Proses Adaptasi

Penggunaan bahasa Sunda secara penuh tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi pemain yang bukan penutur aktif. Laura Moane, yang memerankan karakter Eti, mengaku harus melalui proses adaptasi intensif.

“Mulai dari pelafalan sampai cara bertutur supaya terdengar natural. Tapi justru dari situ aku belajar banyak tentang budaya Sunda,” ungkapnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa bahasa daerah tidak diperlakukan sebagai ornamen, melainkan sebagai bagian dari proses kreatif yang serius dan terencana.

Strategi Budaya di Era Digital

Menariknya, Sunda Emperor juga sadar betul akan pola konsumsi penonton masa kini. Promosi film ini melibatkan kreator-kreator Sunda melalui konten digital seperti cuplikan perdana dan pengumuman pemain. Strategi ini bukan hanya memperluas jangkauan audiens, tetapi juga membangun kedekatan emosional, terutama dengan generasi muda yang aktif di media sosial.

Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pelestarian bahasa daerah bisa berjalan seiring dengan strategi digital modern, tanpa kehilangan esensi budaya.

Lebih dari Sekadar Film

Dengan latar visual panorama alam Sukabumi yang sinematik, Sunda Emperor menghadirkan pengalaman menonton yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya wawasan budaya. Film ini menjadi ruang baru bagi bahasa Sunda untuk tampil percaya diri di panggung nasional.

Bagi Sapawave Films, proyek ini merupakan komitmen untuk mendorong cerita lokal agar mendapatkan tempat yang layak di industri perfilman Indonesia, bukan sebagai tontonan pinggiran, melainkan sebagai karya yang bernilai artistik dan komersial.

Di tengah kekhawatiran memudarnya bahasa daerah, Sunda Emperor hadir sebagai pengingat bahwa bahasa Sunda tidak sepenuhnya ditinggalkan, ia hanya menunggu medium yang tepat untuk bersuara kembali.

(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Kucing Uya Kuya Kembali, Sang Presenter Ungkap Rasa Syukur

3

4

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri