BANDUNG, TEOPONGMEDIA.ID — Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (18/11). Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal yang berhasil dievakuasi meningkat menjadi 18 orang.
“Tim pencarian dan pertolongan gabungan kini fokus terhadap lima orang masih dinyatakan hilang,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (19/11/2025).
Muhari menjelaskan bahwa operasi pencarian pada hari sebelumnya terpaksa dihentikan sementara sekitar pukul 16.15 WIB akibat kondisi cuaca yang tidak mendukung. Tim SAR tetap siaga penuh mengingat lokasi pencarian berada di area rawan pergerakan tanah.
“Dengan target pencarian hari ketujuh (hari ini) mencakup lima korban melalui tiga workset,” ujarnya.
Selain menelan korban jiwa, kata Muhari, bencana longsor juga merusak sedikitnya 16 rumah hingga roboh atau hilang, sementara 25 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam. Sekitar 1 hektare lahan pertanian turut mengalami kerusakan.
Secara keseluruhan, sebanyak 46 warga terdampak langsung dan 383 orang terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi, antara lain Balai Desa Cibeunying, MTS SS Cibeunying, Masjid Baeturrohman Wanasari, serta rumah kerabat.
“Pemenuhan kebutuhan pengungsi dan pemantauan risiko longsor susulan menjadi prioritas utama,” katanya.
Baca Juga:
Tanah longsor melanda pada Kamis (13/11/2025) sekitar pukul 19.00 WIB dan menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan serta Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
Peristiwa tersebut merusak 12 rumah dan mengancam 16 rumah lainnya di area seluas kurang lebih 6,5 hektare. Guguran material longsor menutup permukiman, memicu penurunan tanah hingga 2 meter, serta menimbulkan retakan sepanjang 25 meter.
(Vini Virdiyanti/_Usk)











