BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Legenda UFC, Dan Hardy, mengungkap analisisnya jelang duel perebutan sabuk kelas welter antara Islam Makhachev dan Jack Della Maddalena (JDM) pada UFC 322 di Madison Square Garden, New York, 16 November 2025.
Hardy mengakui kemampuan tinju Della Maddalena sebagai salah satu yang terbaik di MMA. Menurutnya, petarung asal Australia itu sulit dikalahkan dalam pertarungan berdiri karena memiliki pukulan mematikan.
“Saya sudah lama menggemari JDM. Bahkan saat Ngannou beralih ke tinju, saya menyebut JDM sebagai petarung dengan tangan terbaik di MMA,” ujar Hardy dikutip dari kanal YouTube Helen Yee Sports, Minggu (14/9/2025).
Meski begitu, Hardy menilai Makhachev memiliki keunggulan signifikan usai naik ke kelas welter. Ia menyebut perpindahan juara kelas ringan itu justru meningkatkan kekuatan fisik dan membuatnya lebih sehat.
“Saya merasa Islam naik kelas pada waktu yang tepat. Banyak petarung bertahan di kelas terlalu lama sehingga menghambat pertumbuhan fisik mereka,” kata Hardy.
“Kini dia berada di divisi yang memungkinkan tubuhnya berkembang,” lanjutnya.
Baca Juga:
UFC 322: Malam Penuh Ambisi, Dua Juara Pertaruhkan Warisan di Madison Square Garden
Hardy memperkirakan pertarungan akan berlangsung ketat dalam fase stand-up, namun keunggulan Makhachev diyakini muncul lewat kombinasi tendangan, gulat, dan gril khas Dagestan.
“Saya pikir permainan Islam yang serba bisa akan sangat bermasalah bagi siapa pun. Saya melihatnya menang, kemungkinan besar lewat submission di ronde kejuaraan,” tutur Hardy.
Dengan prediksi itu, Hardy memberikan dukungan penuh kepada Makhachev untuk mengatasi perlawanan JDM dalam duel akbar UFC 322 mendatang.
(Budis)











