BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Jelang potensi laga panas antara Islam Makhachev dan Jack Della Maddalena, muncul komentar mengejutkan dari pelatih asal Australia, Craig Jones.
Ia melontarkan klaim kontroversial yang menyiratkan adanya “permainan dalam bayangan” di balik duel yang belum juga diumumkan secara resmi oleh UFC.
“UFC membenci saya. Tapi mereka juga lebih membenci orang-orang Dagestan,” ujar Jones blak-blakan dalam wawancara dengan Championat.com.
Komentar itu sontak memicu tanda tanya besar di kalangan pecinta MMA: apakah ini sekadar taktik psikologis atau memang cerminan dari konflik internal yang lebih dalam?
Craig Jones, yang dikenal luas di dunia grappling dengan koleksi medali dari ajang elite ADCC dan pemegang sabuk hitam tingkat tiga Brazilian Jiu-jitsu, tampaknya tidak ragu melontarkan teori-teori liar.
Ia mengklaim bahwa UFC ingin dirinya “menyingkirkan” Islam Makhachev lewat petarung didikannya, Jack Della Maddalena (JDM).
“Saya membantu mereka menyingkirkan Belal Muhammad. Selanjutnya, kami akan menyingkirkan Makhachev,” ucapnya.
Baca Juga:
Belal Muhammad Hadapi Jack Della Maddalena di Laga Utama UFC 315
Namun, hingga saat ini, duel antara Makhachev dan JDM belum diumumkan secara resmi. Meski begitu, rumor berhembus kencang bahwa pertarungan tersebut bisa digelar antara Oktober hingga Desember 2025.
Tim Della Maddalena sendiri tampak sangat percaya diri. Mereka yakin Makhachev akan menghadapi kesulitan karena harus naik dari kelas ringan (70 kg) ke kelas welter (77 kg).
Perbedaan ukuran tubuh diyakini bisa menjadi keunggulan JDM dalam bentrokan nanti.
Bagi Makhachev, yang selama ini dominan di kelas ringan dan merupakan bagian dari klan Dagestan bersama Khabib Nurmagomedov, naik kelas tentu bukan tanpa risiko.
Namun pertanyaan besarnya kini adalah, apakah duel ini akan benar-benar terjadi, atau sekadar narasi yang dibentuk Craig Jones untuk menggiring opini?
(Budis)











