BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Anggota DPRD Jawa Barat, Agung Yansusan, mengajak masyarakat untuk memperkuat introspeksi diri dan kembali pada nilai-nilai spiritual dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Pesan tersebut ia sampaikan melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, @agung.yansusan, yang diposting pada Jumat (28/11/2025).
Dalam video tersebut, Agung menekankan bahwa setiap kesulitan yang hadir dalam kehidupan seseorang hendaknya menjadi momentum untuk melakukan evaluasi pribadi. Menurutnya, musibah dan problematika kerap kali muncul sebagai bentuk pengingat atas kesalahan yang pernah dilakukan manusia.
“Semua masalah yang datang ke dalam hidup kita itu karena dosa kita,” ujar Agung dalam video tersebut. Ia kemudian mengutip salah satu ayat Al-Qur’an yang berbunyi “O ma’asobaka minissai atin fami nafsik”, yang ia maknai sebagai penegasan bahwa keburukan berasal dari perbuatan manusia sendiri.
Agung juga mengingatkan masyarakat untuk tidak saling menyalahkan ketika menghadapi ujian hidup. Ia mengajak setiap individu untuk melakukan muhasabah, termasuk mengingat apakah pernah membentak orang tua, berbuat zalim pada tetangga, atau terlibat dalam perbuatan gibah.
Baca Juga:
Agung Yansusan Serahkan Seribu Bibit Kopi, Dorong Desa Lamajang Jadi Sentra Baru
Dukung Ketahanan Air, Agung Yansusan Ajak Petani Arjasari Tanam Pohon Bambu
“Allah mengembalikan dosa-dosa itu dengan cara memberikan musibah dan kesulitan. Dan ingat, orang yang kena kesulitan itu ciri Allah sayang kepada orang itu,” tuturnya.
Lebih jauh, Agung mengimbau agar masyarakat mengamalkan ajaran Al-Qur’an sebagai penopang dalam menjalani hari-hari berat. Ia secara khusus menyebut Al-Baqarah ayat 45 sebagai pedoman.
“Apa itu? Wasta’inu bis sabri was salah. Berpegang teguhlah kepada Allah dengan sabar dan salat,” jelasnya.
Melalui unggahan tersebut, Agung mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki diri, menjauhi keburukan, dan mendekat kepada Tuhan melalui taubat serta amal saleh. Pesan ini sejalan dengan caption yang ia sertakan: “Semua keburukan, kesulitan, dan musibah yang menimpa kita adalah akibat dari dosa-dosa kita sendiri. Mari bersama-sama melepaskan belenggu keburukan dengan taubat dan amal saleh.”











