BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Teknik Mesin Institut Teknologi Sumatera (Itera) kembali melahirkan terobosan penting bagi dunia pendidikan vokasi dan industri kecil. Mereka berhasil merancang Mesin CNC Router 3 Axis berbasis microcontroller ESP32 skala praktikum yang menawarkan akurasi tinggi dengan biaya jauh lebih hemat dibanding mesin CNC komersial.
Di tengah mahalnya harga mesin CNC industri yang bisa mencapai Rp20–50 juta per unit, banyak sekolah kejuruan dan perguruan tinggi tidak mampu menyediakan fasilitas produksi presisi untuk praktikum. Kondisi ini membuat pembelajaran cenderung teori tanpa keterampilan nyata. Melihat kesenjangan tersebut, tim mahasiswa Itera bergerak untuk menghadirkan alternatif teknologi yang lebih dapat diakses.
Proyek ini digerakkan oleh tiga mahasiswa, yakniJosep Saputra Banjarnahor (ketua tim), Fadlilah Habib Pratama dan Sigit Setiawan. Dengan bimbingan dosen Abdul Muhyi, S.T., M.T., karya ini mendapatkan dukungan melalui hibah penelitian mahasiswa.
Baca Juga:
Ikut Jadi Korban Jarahan, Diecast F1 Milik Sahroni Ternyata Bukan Sekedar Miniatur!
Mesin CNC Router yang mereka buat telah berhasil diuji pada material aluminium dan kayu. Hasilnya menunjukkan kemampuan pemotongan yang presisi, stabil, dan konsisten, menjadikan prototipe ini tidak hanya cocok untuk praktikum, tetapi juga relevan bagi UMKM yang membutuhkan peralatan produksi ringan.
Ketua tim, Josep, menjelaskan bahwa fokus utama inovasi ini adalah membuka akses terhadap teknologi manufaktur presisi bagi siapa saja.
“Kami ingin menghadirkan mesin CNC yang benar-benar dapat digunakan mahasiswa maupun UMKM dengan mudah dan biaya terjangkau. Hibah dari Itera membantu kami mewujudkan teknologi tepat guna ini,” jelasnya, melansir laman Itera, Jumat (28/11/2025).
Mesin berbasis ESP32 ini dirancang ringan, mudah dirakit, serta kompatibel dengan software CNC populer sehingga pengguna pemula pun dapat mengoperasikannya tanpa pelatihan rumit.
Dosen pembimbing, Abdul Muhyi, menilai proyek ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Itera mampu menghasilkan inovasi yang memiliki nilai guna tinggi.
“Ini membuktikan bahwa mahasiswa Itera mampu merancang teknologi yang bermanfaat bagi pendidikan vokasi dan industri kecil. Kami berharap prototipe ini bisa dikembangkan menuju produksi massal,” ujarnya.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa Itera tidak hanya belajar teknologi, tetapi juga menggunakannya untuk memecahkan persoalan nyata di masyarakat. CNC Router 3 Axis berbasis ESP32 yang mereka kembangkan menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas mahasiswa mampu menghadirkan solusi ramah biaya bagi pendidikan dan UMKM Indonesia.
Jika dikembangkan lebih lanjut, inovasi ini berpotensi menjadi perangkat standar praktikum di banyak institusi pendidikan dan bahkan menjadi alat produksi andalan UMKM di berbagai sektor.
(Budis)










