BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Iinovasi energi terbarukan dari kalangan mahasiswa terus menunjukkan taringnya. Di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-38, tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mencuri perhatian dengan karya berbasis energi ramah lingkungan: alat penggiling kopi yang digerakkan turbin ulir Archimedes.
Inovasi ini tidak hanya memenangkan medali emas, tetapi juga menjadi simbol bahwa teknologi hijau dari kampus kini semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro di sektor pertanian dan perkebunan.
Tim HydroCoffee Itera menghadirkan solusi sederhana namun visioner. Mereka memanfaatkan aliran air untuk menggerakkan mesin penggiling kopi, menggantikan ketergantungan terhadap listrik atau bahan bakar.
Karya berjudul “Implementasi Alat Penggiling Kopi Terintegrasi dengan Turbin Ulir Archimedes sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi dan Produksi Kopi Pak Muhanan” ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi produksi kopi sekaligus mengurangi biaya operasional petani.
Solusi berbasis energi terbarukan ini menunjukkan bahwa inovasi hijau tak harus mahal, ia bisa hadir dari desa-desa dan memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Teknologi HydroCoffee dikembangkan oleh lima mahasiswa Itera dari dua program studi berbeda: Teknik Sistem Energi dan Teknologi Industri Pertanian. Mereka adalah MH Feraldy Akbar Putra Pratama, Ikhsan Nurrahman, Yohanes Aditya Sudarma, Cahya Adinda Tasya, dan William Budi Mandala, yang bekerja di bawah bimbingan Madi, S.T., M.T.
Dosen pembimbing, Madi, menuturkan bahwa karya ini menjadi bukti penting bahwa energi terbarukan dapat diimplementasikan dalam skala kecil secara efektif.
“Semangat mereka luar biasa. Inovasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi soal bagaimana energi bersih bisa langsung membantu masyarakat,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Itera, Selasa (2/12/2025).
Ketua tim, MH Feraldy, mengatakan bahwa keberanian mencoba hal baru menjadi titik awal keberhasilan mereka.
“Kami terus menguji alat hingga benar-benar stabil dan mudah digunakan. Presentasi juga kami latih berulang-ulang. Harapannya, semakin banyak mahasiswa Itera berani membuat inovasi nyata,” katanya.
Baca Juga:
Inovasi HeartGO, ECG Ringan dan Akurat Pemeriksaan Jantung Karya Mahasiswa ITB
Prestasi tim HydroCoffee turut mengangkat nama Itera di Pimnas ke-38, menempatkan kampus tersebut di peringkat 6 nasional dalam perolehan medali. Pencapaian ini mempertegas kontribusi Itera dalam pengembangan teknologi berbasis kebutuhan masyarakat.
Koordinator Kemahasiswaan Itera, Ilham Marvie, S.T.P., M.Si., menegaskan bahwa inovasi ini menjadi bukti bahwa kampus siap menjadi lokomotif perubahan.
“Kami ingin terus menghadirkan teknologi yang aplikatif. Bukan hanya penelitian di atas kertas, tapi teknologi yang bisa diterapkan dan membawa manfaat,” ujarnya.
Kemenangan HydroCoffee tidak hanya menjadi cerita sukses mahasiswa, tetapi juga membuka harapan bahwa desa-desa produktif di Indonesia dapat mengadopsi teknologi berkelanjutan seperti ini.
Dengan alat penggiling kopi bertenaga air, UMKM dapat meningkatkan produktivitas sambil menekan emisi dan biaya energi. Inilah inovasi hijau yang benar-benar membumi, lahir dari kampus, tumbuh bersama masyarakat.
(Budis)










