BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tim Program Kreativitas Mahasiswa Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) Universitas Lampung (Unila) berhasil lolos pendanaan PKM delapan bidang tahun 2025 berkat inovasi teknologi Gambling Activity Tracing Engine (GATE), sebuah sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memberantas judi online.
Zaka menjelaskan, GATE lahir dari keresahan mahasiswa Unila terhadap semakin maraknya judi online yang merambah berbagai lapisan masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa.
Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, sejak 2023 lebih dari 800 ribu situs judi online telah diblokir.
Namun, jumlah situs baru terus bermunculan setiap hari, menunjukkan pendekatan konvensional belum efektif menekan penyebarannya.
“Upaya yang ada selama ini masih reaktif dan hanya fokus pada pemblokiran, tanpa sistem deteksi dini. GATE hadir untuk mengisi celah tersebut,” jelas Zaka, melansir laman resmi Unila.
Cara Kerja GATE
GATE merupakan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan Machine Learning yang dirancang untuk:
1. Mendeteksi dan melacak situs judi online secara real-time,
2. Mengamankan data aktivitas mencurigakan, dan
3. Melaporkannya ke instansi berwenang.
Teknologi ini bekerja dengan konsep SSR (Screen, Secure, Report) serta dapat diintegrasikan dengan penyedia layanan internet (ISP) dan platform pengaduan publik. Tak hanya pemblokiran, GATE juga mampu menganalisis pola perilaku pengguna yang terindikasi terlibat judi daring.
Sejalan dengan Prioritas Pemerintah
Inovasi ini sejalan dengan program prioritas pemerintah, yakni pemberantasan kemiskinan dan penguatan teknologi. Judi online kerap menjadi penyebab meningkatnya angka kemiskinan karena menggerus pendapatan, menimbulkan utang konsumtif, hingga memicu ketimpangan sosial.
Baca Juga:
SMARISH FEST 2025: Inovasi Mahasiswa UNNES Hadirkan Belajar Seru di Malaysia
Bareskrim Sita Rp 154 Miliar dari Rekening Praktik Judi Online
Dengan pendekatan teknologi canggih, GATE diyakini mampu menjadi solusi preventif yang inovatif.
Selain pengembangan teknologi, tim juga aktif melakukan edukasi publik melalui kanal YouTube dan akun Instagram @gate.system. Saat ini, inovasi GATE tengah dalam proses pengajuan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk keberlanjutan program.
(Virdiya/_Usk)











