Malaysia Tak Diundang Hadiri KTT Perdamaian Gaza di Mesir, Gegara Tolak Poin Proposal Trump

malaysia KTT perdamaian Gaza
Ilustrasi. (Freepik)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Malaysia dikabarkan tidak diundang untuk menghadiri KTT Perdamaian Gaza yang berlangsung di Mesir yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

PM Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan, tindakan itu diambil karena pemerintah malaysia tiak mendukung 20 poin proposal damai Gaza oleh Donald Trump.

Anwar mengatakan, hanya negara-negara yang memberikan dukungan penuh terhadap proposal itu yang hadir di KTT Perdamaian Gaza.

“Malaysia tidak diikutsertakan karena kami menyatakan dukungan dengan beberapa keberatan,” kata Anwar, dikutip dari The Straits Times, Selasa (14/10).

“Itu bersyarat pada resolusi komprehensif untuk pemulangan warga Palestina yang diusir secara paksa,” lanjutnya.

Anwar mengatakan, syarat yang diajukan Malaysia adalah hak-hak yang berkaitan dengan kenegaraan Palestina dan penyelesaian kekerasan yang terus berlanjut di Tepi Barat.

Baca Juga:

Prabowo Hadiri KTT Perdamaian Gaza, Selanjutnya Kunjungan ke Israel?

Ia pun mengakui ada pihak-pihak yang mempertanyakan dukungan Malaysia terhadap proposal itu. Namun, dia menyatakan prioritas utamanya adalah menghentikan kerusakan di Gaza dan pembunuhan warga sipil, termasuk perempuan dan anak.

Anwar mengatakan, proposal itu juga disetujui oleh sejumlah negara Timur Tengah dan Islam.
Lebih lanjut, Anwar mengungkap mendapat surat khusus dari negosiator Hamas pada 7 Oktober lalu mendukung inisiatif perdamaian Trump.

Untuk saat ini, Anwar mengatakan Malaysia mendukung proposal itu karena akan mengakhiri perang dan memungkinkan kembalinya warga Palestina ke Gaza.

Malaysia siap membantu dalam operasi penjaga perdamaian di bawah PBB jika diminta. Tak hanya itu, Anwar juga mengungkap akan menghubungi otoritas Mesir supaya bantuan kemanusiaan dan bantuan medis dapat masuk ke Gaza lewat Rafah.

“Kita akan lihat apakah bisa mengirim bantuan dan spesialis medis melalui Rafah. Daripada membawa warga Palestina ke sini, lebih baik kita yang ke sana untuk membantu,” ungkapnya.

Anwar diberitahu bahwa hanya 167 truk bantuan yang bisa masuk ke Gaza pada 13 Oktober. Padahal, seharusnya ada 600 truk yang diizinkan masuk ke Gaza setiap hari.

(Dist)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru