BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus perundungan verbal yang dialami oleh Badru, seorang pemuda disabilitas dengan julukan “Kepiting Alaska,” menemukan titik terang setelah sang pelaku, Mas Otong, bertemu langsung dan menyampaikan permintaan maaf kepada Badru beserta ibunya.
Pertemuan yang emosional antara Mas Otong dengan penyintas disabilitas yang disebutnya Kepiting Alaska ini dimediasi dan ditayangkan dalam siniar “CURHAT BANG Denny Sumargo.” (24/10/2025)
Hinaan Viral dan Tangisan Ibu
Peristiwa perundungan ini menjadi viral di media sosial setelah Mas Otong terekam meneriakkan kalimat yang menghina kondisi fisik tangan Badru dengan sebutan “kepiting Alaska” dan “penyusup” di sebuah stadion.
Ibunda Badru mengaku sangat terpukul dan sakit hati setelah mengetahui video penghinaan tersebut. Ia mengungkapkan kesedihannya yang mendalam, bahkan sampai tidak enak makan dan menangis. “Anak saya manusia bukan kepiting!” ucapnya penuh emosi.
Penyesalan dan Mediasi Bonek
Mas Otong mengakui bahwa tindakannya adalah sebuah kekhilafan. Ia berdalih bahwa saat itu niatnya hanya untuk menyapa dan bercanda dengan Badru, yang dikenal dengan personal branding-nya di media sosial.
Namun, ia menyadari bahwa perbuatannya telah menyakiti hati seorang ibu, apalagi setelah melihat rekaman tangisan ibunda Badru.
Penyesalan Mas Otong semakin mendalam karena ia sendiri pernah mengalami duka kehilangan dua anaknya di usia dini. Ia menyesal telah menambah luka hati orang tua lain.
Atas inisiasi dan bantuan mediasi dari Mbak Rafika (Bu Fika), seorang anggota Bonek Bonita Surabaya, Mas Otong bersedia datang dari Surabaya ke Jakarta untuk secara langsung meminta maaf. Pertemuan ini berakhir dengan lapang dada.
Ibunda Badru menyatakan telah memaafkan Mas Otong, meskipun kasus ini sempat membuat akun media sosial Mas Otong hilang dan ia menerima banyak kecaman dari sesama pendukung Persebaya (Bonek).
BACA JUGA
BGN Pecat Kepala SPPG di Bekasi yang Diduga Aniaya dan Lecehkan Anak Buahnya
Nama Kekeyi Terseret Kasus Perundungan Mahasiswa Unud, Akui Mentalnya Hancur
Pesan Damai dan Cita-Cita Badru
Menutup pertemuan tersebut, ibunda Badru berpesan agar kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk tidak menghina kondisi fisik orang lain. “Janganlah nghina fisik gitu… Baru juga sebenarnya enggak mau dilahirin begitu,” ujarnya.
Sementara itu, Denny Sumargo dan Bu Fika mengusulkan agar nama media sosial Badru diubah dari “Badru Kepiting” menjadi julukan yang lebih positif, seperti Badru Pemersatu Supporter atau Badru Duta Perdamaian, mengingat Badru menyukai semua tim sepak bola tanpa memihak.
Badru juga mengungkapkan impiannya untuk bekerja, menjadi bos, dan menikah demi membahagiakan ibunya. Kasus perundungan yang sempat viral ini akhirnya ditutup dengan pesan keikhlasan dan silaturahmi.
(Siesiliana HD/Magang UNLA/Aak)











