BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir, Max Verstappen terdengar pasrah. Setelah finis kedua di Grand Prix Singapura 2025, sang bintang Red Bull Racing akhirnya mengakui bahwa peluang mempertahankan gelar juara dunia untuk kelima kalinya hampir mustahil.
Balapan malam di Sirkuit Marina Bay menjadi saksi bagaimana dominasi Verstappen perlahan memudar. Memulai dari posisi kedua, ia tidak mampu menandingi kecepatan George Russell yang tampil sempurna bersama Mercedes. Verstappen sempat berusaha menekan di awal lomba, namun gangguan pada transmisi dan sistem pengereman RB21 membuatnya tak berdaya.
“Kami masih harus memahami apa yang terjadi sebelum Austin. Untuk bisa bersaing memperebutkan gelar, kamu harus menang dan mendominasi. Kami tidak melakukan itu hari ini,” ujar Verstappen melansir Sky Sports F1, Selasa (7/10/2025).
Dengan finis kedua, Verstappen hanya memangkas tiga poin dari Oscar Piastri, yang masih unggul 63 poin di puncak klasemen. Jarak itu memang belum tertutup secara matematis, tapi bagi Verstappen, gelar kelima tampak semakin menjauh.
“Kami sudah kehilangan terlalu banyak poin di awal musim. Secara realistis, peluang itu sudah lewat,” ujarnya jujur.
Musim 2025 menjadi titik balik yang pahit bagi sang juara dunia empat kali. Setelah empat musim penuh dominasi mutlak, Verstappen kini menghadapi kenyataan baru, era keemasan Red Bull mulai goyah.
Baca Juga:
Max Verstappen Bangkit, Panaskan Perebutan Gelar Dunia F1 2025
Mobil RB21 yang semula digadang-gadang sebagai evolusi dari mobil juara, justru kerap kesulitan di lintasan teknis seperti Hungaroring dan Marina Bay.
Di sisi lain, McLaren dan Mercedes justru bangkit. Oscar Piastri tampil stabil sepanjang musim, sementara George Russell menemukan performa terbaiknya di paruh kedua musim. Dunia Formula 1 tampak mulai beralih ke babak baru, di mana Verstappen tak lagi sendirian di puncak.
Meski begitu, pembalap asal Belanda itu menolak menyerah. Ia menegaskan akan tetap tampil habis-habisan di lima seri tersisa.
“Kami akan menjalani balapan demi balapan. Austin mungkin akan lebih cocok dengan karakter mobil kami. Finis kedua hari ini tetap hasil yang bagus,” katanya.
Empat tahun berturut-turut menjadi raja dunia membuat Verstappen tahu betul bahwa kejayaan tak berlangsung selamanya. Namun jika ini memang akhir dari masa dominasinya, ia memilih menutupnya dengan kepala tegak bukan keluhan, tapi perlawanan terakhir.
(Budis)










