BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Max Verstappen masih menolak menyerah. Meski tertinggal 63 poin dari Oscar Piastri di klasemen sementara Formula 1 2025, pebalap Red Bull itu justru melihat peluang baru di sisa enam balapan terakhir musim ini. Dengan total 174 poin masih tersedia termasuk dari tiga akhir pekan sprint Verstappen percaya kans mempertahankan gelar kelima masih terbuka lebar.
Setelah Grand Prix Singapura, Verstappen mengoleksi 273 poin, sementara Piastri memimpin dengan 336 poin. Secara matematis, selisih itu memang besar, namun sistem poin modern F1 memungkinkan perubahan cepat di papan klasemen. Jika Verstappen mampu memenangkan dua akhir pekan sprint dan satu balapan utama, ia sudah bisa memangkas jarak hampir separuhnya.
“Masih banyak poin tersisa. Kami tahu mobil ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dan saya tidak akan berhenti berjuang,” ujar Verstappen, melansir Formula1, Minggu (12/10/2025).
Tanda-tanda kebangkitan Red Bull juga semakin jelas. Dalam empat balapan terakhir, Verstappen selalu finis di posisi dua besar, sinyal bahwa RB21 mulai kembali menemukan keseimbangan performa dan kecepatan. Red Bull pun mulai memperlihatkan adaptasi terhadap perubahan aerodinamika pertengahan musim yang sempat membuat mereka tertinggal dari McLaren.
Baca Juga: Di Tengah Krisis, Verstappen Jadi Pilar Harapan Red Bull di Formula 1 2025
Selain performa, faktor eksternal juga bisa berperan besar. Duo McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris, kini saling bersaing ketat di papan atas. Situasi ini bisa menguntungkan Verstappen, seperti yang dialami Kimi Raikkonen pada 2007 ketika Hamilton dan Alonso saling memangkas poin di tim yang sama hingga gelar jatuh ke tangan sang pebalap Ferrari.
Secara statistik, posisi Verstappen bahkan lebih baik dari Raikkonen kala itu. Pebalap asal Belanda ini masih memiliki 36 persen dari total poin musim yang bisa direbut, lebih besar dari peluang Raikkonen yang hanya 42,5 persen saat mengejar gelar dari empat balapan terakhir.
Dengan enam seri tersisa, Red Bull jelas tidak dalam posisi aman, tapi juga belum terlempar dari perebutan gelar. Jika Verstappen mampu menjaga konsistensi dan memanfaatkan kesalahan rivalnya, kebangkitan epik seperti musim 2007 bisa terulang.
“Musim belum berakhir sampai bendera finis terakhir dikibarkan,” tegas Verstappen.
Dan jika sejarah benar-benar berulang, jalan panjang menuju gelar kelima bisa menjadi salah satu comeback terbesar dalam sejarah Formula 1 modern.
(Budis)










