BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, mengunjungi Huta Art Space di Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara pada Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian kerja Menbud sekaligus bentuk dukungan terhadap inisiatif pemajuan kebudayaan yang tumbuh dari masyarakat dan berakar pada kearifan lokal.
Huta Art Space merupakan ruang seni dan budaya yang berdiri di kawasan Danau Toba. Tempat ini didirikan oleh fotografer Indonesia, Edward Tigor Siahaan, pada 5 Desember 2024 sebagai wadah kreatif yang memadukan seni, sejarah, dan kehidupan masyarakat Batak.
Selain menjadi ruang pamer, Huta Art Space juga difungsikan sebagai pusat pertunjukan seni dan berbagai aktivitas budaya berbasis warisan lokal.
Dalam kunjungannya, Menteri Fadli Zon meninjau pameran foto bertajuk “Batak Retrospective: Inspiration from the Past”. Pameran tersebut menampilkan arsip foto-foto bersejarah tentang kehidupan masyarakat Batak di masa lampau, khususnya di wilayah Bonapasogit, tanah leluhur masyarakat Batak. Karya-karya tersebut berasal dari fotografer, antropolog, dan peneliti asal Eropa yang disusun secara retrospektif (masa lalu) dan diurutkan secara kronologis.
Baca Juga:
Fadli Zon Jelaskan Alasan Bangun Museum Rumah Budaya di Afrika Selatan Mulai 2026
Dua Kubu Keraton Surakarta Ricuh, Fadli Zon Masuk Pusaran Konflik
Pameran ini mengangkat beragam potret kehidupan masyarakat Batak, mulai dari mata pencaharian, tradisi dan budaya, hingga perkembangan di bidang pendidikan, kesehatan, serta keterampilan pertukangan. Melalui dokumentasi visual tersebut, pengunjung diajak untuk merefleksikan perjalanan sejarah dan menghargai perjuangan generasi terdahulu.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Edward Tigor Siahaan yang dinilai mampu menerjemahkan kecintaan terhadap budaya menjadi gerakan nyata pemajuan kebudayaan dari tingkat lokal.
“Apa yang dilakukan Bapak Tigor ini merupakan contoh bagaimana kecintaan pada budaya bisa berkontribusi pada pemajuan kebudayaan nasional. sejalan dengan amanat konstitusi untuk memajukkan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia,” ujar Fadli Zon.
Ia juga menyoroti langkah Tigor Siahaan yang memilih kembali ke kampung halaman dan membangun ruang budaya secara mandiri di Siborong-borong.
“Huta Art Space ini bukan hanya ruang pamer, tetapi menjadi ruang aktivitas budaya yang hidup. Ini adalah satu kantong budaya yang dirancang dan dikelola dengan visi yag kuat.” tambahnya.
Ke depan, Fadli Zon berharap Huta Art Space dapat terus mengembangkan program-program kebudayaan serta membuka peluang kerja sama dengan Kementerian Kebudayaan, terutama dalam upaya promosi dan penguatan budaya lokal di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Kebudayaan didampingi Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Ahmad Mahendra serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah II, Sukronedi.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung ruang-ruang budaya berbasis komunitas sebagai sarana edukasi, refleksi sejarah, dan sumber inspirasi bagi generasi mendatang.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Robby Nuzula Ramadhan)











