JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kasus keracunan massal akibat menu makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mengguncang Kabupaten Bandung Barat (KBB) setelah ribuan siswa mengalami gejala keracunan. Hingga Kamis, 25 September 2025, tercatat korban mencapai 1.000 siswa yang dilaporkan terdampak di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas.
Data yang terkumpul menunjukkan bahwa peristiwa ini merupakan penggabungan dari dua kali kejadian keracunan MBG dalam kurun waktu berdekatan.
Insiden pertama berlangsung pada Senin (22/09/2025) di Kecamatan Cipongkor dengan 475 siswa menjadi korban.
Keracunan serupa kembali terjadi pada Rabu (24/9/2025) yang menimpa 500 siswa di Cipongkor dan 60 siswa di Kecamatan Cihampelas.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, menu ayam kecap yang disajikan dalam paket MBG menjadi tersangka utama penyebab keracunan. Para korban dilaporkan mengalami gejala seperti mual, muntah, dan diare beberapa jam setelah mengonsumsi hidangan tersebut.
Menu MBG yang disajikan pada hari kejadian terdiri dari:
-
Nasi putih
-
Ayam kecap
-
Buah melon
-
Tahu
Dapur yang memproduksi menu MBG tersebut diketahui menyiapkan 3.647 paket makanan pada hari kejadian.
Faktor Keracunan MBG Menelan Korban di KBB
Koordinator SPPG Bandung Barat, Gani Djunjunan, mengungkapkan bahwa dugaan kuat mengarah pada proses memasak yang dilakukan terlalu dini, sehingga makanan mengalami penurunan kualitas sebelum sampai ke tangan siswa.
BACA JUGA:
Imbas Kasus Keracunan di Bandung Barat, KDM Bakal Evaluasi Program MBG Jabar
“Dapur yang di Cipari memang memasaknya itu terlalu dini. Jadi ketika didistribusikan makanan sudah tidak bagus (tidak layak konsumsi),” ujar Gani pada Selasa (23/09/2025).
Ia menambahkan bahwa dapur penyedia MBG yang berlokasi di Cipari telah diberhentikan sementara sambil menunggu hasil uji laboratorium.
“Dapur SPPG Cipari itu akan berhenti operasional dahulu sampai ada hasil laboratorium. Kalau yang diproduksi hari kemarin itu 3.647 paket,” pungkasnya.
Penyelidikan dan Penutupan Sementara
Pihak berwenang saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus keracunan ini. Sampel makanan telah dibawa ke laboratorium untuk diuji demi memastikan penyebab pasti keracunan. Pemerintah Kabupaten Bandung Barat juga berjanji akan memperketat pengawasan dalam penyediaan program MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena program Makan Bergizi Gratis seharusnya bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, namun justru berbalik menimbulkan ancaman kesehatan bagi para siswa.
Hingga laporan terakhir, 1.035 siswa telah tercatat sebagai korban keracunan. Para siswa yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas, rumah sakit, dan posko kesehatan darurat yang didirikan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah bersama dinas kesehatan kini fokus pada pemulihan kondisi korban, memastikan tidak ada kasus yang terlewat, serta menunggu hasil investigasi laboratorium untuk menentukan langkah hukum dan pencegahan selanjutnya.
(Saepul)











