Mentan Amran Pecat Staf Pemalak Petani: Sudah Susah, Jangan Dibikin Berat!

mentan pecat staf
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman (doc.Gema Lantang)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengambil langkah tegas dan tanpa kompromi terhadap praktik pemerasan yang mencoreng nama Kementerian Pertanian. Seorang staf internal yang mengaku-ngaku sebagai direktur jenderal (dirjen) dan memalak petani ratusan juta rupiah untuk mendapatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) resmi diberhentikan.

Keputusan ini diumumkan Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. Sang menteri menegaskan bahwa semua fasilitas pertanian berasal dari pajak rakyat dan karena itu, tidak boleh ada satu rupiah pun pungutan liar terhadap petani.

Melalui kanal pelaporan “Lapor Pak Amran”, masyarakat mengungkap adanya pungutan mulai Rp50 juta hingga Rp600 juta saat mengambil bantuan traktor di 99 titik berbeda. Padahal, seluruh alsintan adalah program bantuan gratis dari pemerintah.

“Setiap ambil traktor, diminta bayar. Padahal itu gratis untuk rakyat. Ada pegawai kementerian, ya. diberhentikan, apa boleh buat,” tegas Amran.

Berbekal laporan tersebut, seluruh bukti telah diserahkan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti sebagai kasus pidana.

Oknum yang diberhentikan diketahui bekerja di Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, tetapi selama di lapangan sering mengaku sebagai dirjen demi memuluskan pemerasan.

Amran mengungkapkan bahwa staf tersebut akhirnya mengakui perbuatannya.

“Aku tanya, dia langsung nangis. ‘Kamu ambil uang?’ — ‘Iya, Pak, khilaf’.
Bagaimana khilaf kalau bolak-balik ambil uang?” ujar Amran geram.

Baca Juga:

Jual Mahal Pupuk Subsidi, Mentan Amran Tutup Kios di Lumajang

Meskipun masih berusia muda, oknum itu tetap harus diberhentikan. Baginya, pemerasan terhadap petani adalah tindakan tidak manusiawi, terlebih petani sudah cukup berat menghadapi tantangan hidup dan biaya produksi.

Selain oknum internal, Amran menyebut ada lebih banyak pelaku dari luar yang turut menipu petani. Ia meminta kepolisian memburu semua pihak yang terlibat.

“Pelakunya dari Kementerian satu. Dari luar lebih banyak. Dan aku berhentikan hari ini yang dari Kementerian Pertanian,” katanya.

Sejak system “Lapor Pak Amran” dibuka, tercatat 2.890 laporan publik dalam satu minggu, dengan 504 di antaranya sudah diverifikasi dan langsung menjadi dasar penindakan.

Amran menegaskan, bahwa semua bantuan yang diberikan dari kementrian sepenuhnya gratis. Jika ada yang meminta biaya, masyarakat diminta menolak dan melapor.

Ia juga memastikan bahwa identitas pelapor dirahasiakan sepenuhnya, hanya diketahui oleh dirinya dan satu asisten pribadi.

Amran menggarisbawahi bahwa Kementerian Pertanian akan menyapu bersih praktik pungli, mafia bantuan, calo alsintan, hingga oknum luar yang memanfaatkan kelemahan petani.

“Petani itu pilar ketahanan pangan. Tugas negara memastikan mereka dilayani, bukan diperas,” tukasnya.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru