BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Emma Raducanu memasuki persiapan musim 2026 dengan perspektif yang berbeda. Bagi petenis Inggris itu, musim 2025 bukan hanya tentang kembali sehat, melainkan tentang menemukan ulang cara menjalani karier profesional setelah dua tahun penuh gangguan cedera.
Dengan total 22 turnamen dan 28 kemenangan dari 50 pertandingan, Raducanu menjalani musim terpadatnya sejak berstatus petenis profesional. Ia tampil di seluruh turnamen Grand Slam serta menyelesaikan rangkaian lengkap ajang WTA 1000, sebuah sinyal bahwa dirinya kembali mampu menjalani kalender kompetisi elite tanpa jeda panjang karena cedera.
Namun di penghujung musim, Raducanu memilih berhenti lebih awal setelah tersingkir di babak pembuka Ningbo Open. Keputusan tersebut bukan langkah mundur, melainkan bagian dari strategi baru: mendengarkan tubuh dan memprioritaskan keberlanjutan karier ketimbang memaksakan jadwal.
“Saya merasa berada di tempat yang baik, baik di dalam maupun di luar lapangan,” ujar Raducanu kepada BBC, dikutip Kamis (25/12/2025).
Baca Juga:
Emma Raducanu Tersingkir di Indian Wells Open 2025
Menjelang 2026, fokus Raducanu beralih pada kualitas, bukan kuantitas. Ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk tampil di lebih sedikit turnamen, sembari memperkuat fondasi fisik lewat program kebugaran yang terintegrasi dalam rutinitas latihan. Pendekatan ini menandai pergeseran signifikan dibanding fase awal kariernya yang penuh eksperimen.
Lebih dari sekadar kebugaran, Raducanu mengaku menemukan kenyamanan baru dalam bekerja bersama timnya. Lingkungan yang stabil dan arah kerja yang jelas menjadi pondasi utama untuk membangun kembali konsistensi performa, sesuatu yang selama ini sulit ia capai sejak menjuarai US Open 2021.
Musim 2026 akan dimulai dengan United Cup, diikuti Hobart International sebagai pemanasan menuju Australian Open. Berstatus peringkat 29 dunia, Raducanu untuk pertama kalinya akan tampil sebagai unggulan di Grand Slam, sebuah posisi yang mencerminkan perubahan fase kariernya: dari sensasi muda menjadi petenis mapan yang berpikir jangka panjang.
(Budis)











