JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Harapan publik tenis dunia untuk menyaksikan duel panas antara Emma Raducanu dan petenis nomor satu dunia Aryna Sabalenka di Australian Open 2026 harus kandas. Raducanu tersingkir di babak kedua usai kalah mengejutkan dari wakil Austria, Anastasia Potapova, Rabu (21/1/2026).
Bertanding di Melbourne Park, Raducanu yang berstatus unggulan ke-28 tampil jauh dari performa terbaiknya. Ia kalah dua set langsung dengan skor 6-7 (3-7), 2-6, dari Potapova yang secara peringkat berada di posisi 55 dunia.
Kekalahan ini terasa menyakitkan, bukan hanya karena status Raducanu sebagai unggulan, tetapi juga karena ekspektasi besar publik yang menantikan pertemuannya dengan Sabalenka di babak selanjutnya.
Raducanu Tampil Tanpa Energi
Sepanjang pertandingan, Raducanu terlihat kesulitan menemukan ritme permainan. Bahasa tubuhnya tampak datar, pergerakannya kurang eksplosif, dan tingkat unforced errors yang tinggi menjadi masalah utama.
Petenis berusia 23 tahun itu juga terlihat belum sepenuhnya nyaman dengan perubahan teknik forehand yang baru ia terapkan. Keraguan tersebut terlihat jelas di momen-momen krusial, termasuk kesalahan drive volley yang melebar saat peluang merebut set pertama terbuka.
Situasi semakin memburuk di set kedua. Raducanu melakukan double fault yang berujung break mudah bagi Potapova, membuat posisinya semakin tertekan.
Persiapan Minim Jadi Faktor Penentu
Performa buruk Raducanu tak lepas dari minimnya persiapan menjelang Australian Open. Mantan juara US Open itu diketahui mengalami cedera kaki selama masa off-season, yang memaksanya absen dari latihan lapangan dalam waktu cukup lama.
Raducanu baru kembali berlatih penuh pada 20 Desember, waktu yang tergolong mepet untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen Grand Slam dengan intensitas tinggi.
Meski sempat meraih kemenangan di babak pertama atas Mananchaya Sawangkaew, keterbatasan fisik dan mental Raducanu terekspos saat menghadapi Potapova yang tampil lebih siap dan agresif.
Baca Juga:
Menuju Fase Baru Karier, Emma Raducanu Lebih Tenang dan Siap Hadapi 2026
Jalannya Pertandingan
Set pertama berlangsung dengan kualitas permainan yang fluktuatif. Tercatat lima kali break servis terjadi di fase awal laga, menandakan rapuhnya konsistensi kedua pemain.
Raducanu sebenarnya sempat unggul dan memiliki peluang menutup set saat memegang servis di kedudukan 5-4.
Namun, Potapova tampil tenang dan berhasil mematahkan servis Raducanu, sebelum mendominasi tie-break dengan skor 7-3.
Memasuki set kedua, Potapova langsung tancap gas. Dua break cepat membuatnya unggul 3-0, dan meski Raducanu sempat memberikan perlawanan, momentum sepenuhnya berada di tangan petenis Austria tersebut. Potapova akhirnya menutup laga dengan relatif nyaman.
Inggris Tambah Luka
Kekecewaan tidak hanya datang dari sektor tunggal putri. Di tunggal putra, petenis kualifikasi asal Inggris, Arthur Fery, juga harus menghentikan langkahnya di babak kedua.
Fery kalah dari petenis Argentina Tomas Martin Etcheverry dengan skor 6-7 (4-7), 1-6, 3-6, menambah daftar wakil Inggris yang tersingkir lebih awal dari Melbourne.
Kekalahan ini menjadi peringatan serius bagi Raducanu di awal musim 2026. Konsistensi, kebugaran, dan adaptasi teknik baru masih menjadi pekerjaan rumah besar jika ia ingin kembali bersaing di level elite tenis dunia.
(Dist)








