JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengklaim langkahnya bergabung dengan Partai Gerindra bukan untuk mencari perlindungan atau keuntungan politik dibalik kekuasaan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut, bahwa langkah tersebut murni dilakukan demi memperkuat agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Budi Arie mengatakan, bahwa arah politik Projo sudah sejalan dengan pemerintahan Prabowo-Gibran sejak masa Pemilu 2024 lalu.
“Mengapa pilihan politik mendukung partai yang dipimpin presiden harus kita lakukan? Karena kita ingin agenda-agenda politik Presiden Prabowo memiliki dukungan yang kokoh dari partai yang beliau pimpin, supaya sistem presidensial bisa berjalan efektif,” ujar Budi Arie, pada hari kedua Kongres III Projo di Jakarta, Kamis (6/11/2025).
Budi Arie: Ini Soal Konsistensi, Bukan Pragmatisme
Budi Arie menepis tudingan bahwa langkahnya menuju Gerindra dilakukan karena pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebut mulai menurun atau demi keuntungan pribadi di ranah politik.
“Tidak ada itu. Projo sejak awal mendukung Prabowo-Gibran bukan karena ikut-ikutan, tetapi karena keyakinan terhadap kepemimpinan beliau. Ini soal konsistensi dan penguatan pemerintahan, bukan soal pragmatisme,” tegas Budi.
Ia menilai, dukungan terhadap pemerintahan Prabowo bukan berarti Projo kehilangan identitas sebagai gerakan rakyat independen. Ia menegaskan, Projo tetap akan berperan sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, tanpa kehilangan karakter relawan rakyat.
Baca Juga:
Fadli Zon Usulkan Soeharto dan Gus Dur Jadi Pahlawan Nasional, Mana yang Lebih Pantas?
Ignasius Jonan 2 Jam Berbincang dengan Prabowo Turut Bahas Whoosh, Termasuk Utang?
Hubungan dengan Jokowi Tetap Baik
Meski kini fokus diarahkan untuk mendukung pemerintahan Prabowo, Budi memastikan bahwa hubungan Projo dengan Presiden Jokowi tetap baik.
“Kami tetap menghormati Pak Jokowi sebagai pemimpin yang melahirkan semangat Projo. Tapi arah dukungan kami kini adalah memperkuat efektivitas pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo,” katanya.
Kongres III Projo di Jakarta menjadi momen konsolidasi nasional bagi organisasi relawan terbesar pendukung Jokowi itu. Dalam kongres tersebut, Budi Arie kembali ditetapkan sebagai Ketua Umum periode 2025–2030, sekaligus memutuskan arah baru dukungan politik untuk pemerintahan Prabowo-Gibran.
(Dist)











