Minim Personel, BPBD Bandung Harus Kerja Ekstra Hadapi Ancaman Bencana

Minim Personel, BPBD Bandung Harus Kerja Ekstra Hadapi Ancaman Bencana
Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi (dok. bpbd kota bandung)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG,TEROPONGMEDIA.ID — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung menghadapi tantangan serius dalam menjalankan tugasnya. Dengan hanya 14 personel aktif, lembaga ini harus menangani wilayah yang luas dan memiliki potensi bencana tinggi, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga kebakaran permukiman.

Kepala BPBD Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengaku keterbatasan jumlah personel membuat banyak program edukasi dan simulasi bencana berjalan terbatas.

“Kalau ada lima permintaan edukasi, harus antre. Sehari maksimal hanya bisa dua kegiatan. Belum lagi kalau ada pelatihan atau pengecekan bangunan,” kata Didi Ruswandi, Kamis (4/9/2025).

Baca Juga:

BPBD Bandung Petakan Rumah Rawan Gempa, Warga Disiapkan Ruang Lindung Sederhana

Sesar Lembang Masuki Siklus Aktif, BPBD Bandung Gencarkan Edukasi Tanggap Gempa

Didi mencontohkan, kegiatan pengecekan kerentanan rumah dan bangunan baru-baru ini menyita banyak tenaga, sehingga jadwal edukasi ke masyarakat harus ditunda. Padahal, menurutnya, kebutuhan ideal untuk BPBD Kota Bandung mencapai 70 personel.

“Sekarang baru 14 orang. Jelas sangat kurang. Beban kerja besar, sementara tenaga terbatas. Saya baru tiga bulan di sini, definitifnya baru satu bulan, dan memang masih banyak kekurangan,” jelasnya.

Minimnya personel bukan karena kurangnya minat, melainkan karena belum ada pembukaan formasi ASN maupun PPPK. Saat ini, opsi penambahan personel hanya bisa dilakukan melalui mekanisme mutasi dari instansi lain di lingkungan Pemkot Bandung.

“Ada beberapa yang minat, tapi prosesnya tidak mudah. Misalnya soal usia dan golongan. Kalau ada yang mau pindah sesuai ketentuan, tentu kami terbuka, asalkan mendapat persetujuan pimpinannya,” ujarnya.

Meski serba terbatas, BPBD Kota Bandung tetap berusaha maksimal melaksanakan program edukasi kebencanaan. Bentuknya mulai dari simulasi evakuasi di sekolah, pelatihan kesiapsiagaan, hingga perencanaan simulasi di mal dan hotel.

“Dengan keterbatasan ini, kami tetap berkomitmen membangun budaya sadar bencana di Bandung. Harapannya ke depan ada formasi ASN atau P3K khusus untuk memperkuat BPBD,” pungkasnya. (Kyy/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru