BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Mirra Andreeva memilih bersikap tertutup soal target pribadinya di musim baru, namun satu hal tidak ia sembunyikan: keinginannya untuk terus mengasah rivalitas dengan Aryna Sabalenka. Bagi petenis muda asal Rusia itu, duel melawan petenis terbaik dunia justru menjadi tolok ukur perkembangan kariernya.
Di usia 18 tahun, Andreeva kini menempati peringkat 9 dunia dan menjadi petenis termuda di jajaran 10 besar WTA. Musim 2025 menjadi bukti lonjakan performanya setelah ia meraih dua gelar WTA 1000 di Dubai dan Indian Wells, menembus perempat final di dua Grand Slam, serta mencatatkan enam kemenangan atas petenis peringkat 10 besar.
Namun, perjalanan Andreeva tidak sepenuhnya mulus. Menjelang akhir musim 2025, ia kesulitan menemukan konsistensi dan gagal meraih kemenangan beruntun di dua turnamen terakhir yang diikutinya. Wimbledon menjadi ajang terakhir di mana ia mampu melangkah hingga perempat final.
Berambisi membuka musim baru dengan lebih meyakinkan, Andreeva menaruh harapan besar pada Brisbane International pekan depan, turnamen yang akan ia ikuti untuk ketiga kalinya dan sekaligus menjadi pemanasan penting menuju Australian Open.
“Ini persiapan yang luar biasa untuk Australian Open. Bagi saya, tidak ada turnamen pembuka yang lebih baik,” ujar Andreeva, dikutip dari WTA news, Kamis (1/1/2026).
Baca Juga:
Juarai Indian Wells 2025, Mirra Andreeva Cetak Tiga Rekor Bersejarah
Brisbane juga menyimpan memori penting bagi Andreeva. Pada edisi tahun lalu, langkahnya terhenti di semifinal setelah dikalahkan Aryna Sabalenka, petenis peringkat satu dunia yang sejauh ini telah enam kali ia hadapi. Dari enam pertemuan tersebut, Andreeva mencatat dua kemenangan, masing-masing di French Open 2024 dan Indian Wells 2025.
“Ia telah mengalahkan saya empat kali dan saya menang dua kali. Mungkin ini sudah bisa disebut rivalitas kecil, tetapi sayangnya untuk saat ini dia masih unggul,” tutur Andreeva.
Meski demikian, Andreeva justru melihat persaingan tersebut sebagai bekal berharga untuk masa depannya. Ia meyakini duel-duel melawan Sabalenka dan petenis elite lainnya akan terus berulang sepanjang kariernya.
“Saya pikir kami akan memainkan banyak pertandingan epik di masa depan. Jika ingin memenangkan gelar, Anda harus mengalahkan petenis terbaik. Saat Anda bertemu mereka berkali-kali, Anda akan semakin mengenal permainan mereka. Pada akhirnya, merekalah lawan yang akan selalu Anda hadapi,” ujarnya.
Brisbane International dipastikan menjadi ujian berat bagi Andreeva, mengingat tujuh petenis peringkat 10 besar dunia akan ambil bagian. Meski memiliki target pribadi untuk musim depan, ia memilih menyimpannya rapat-rapat.
“Saya akan menyimpannya untuk diri saya sendiri dulu. Semoga ketika saya berhasil mencapainya, saya bisa membagikannya kepada semua orang,” pungkas Andreeva.









