BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Aktor Nicholas Saputra menegaskan dirinya tidak mengalami trauma naik pesawat meski memerankan sosok penyintas kecelakaan pesawat dalam film Tukar Takdir. Karakter Rawa yang ia mainkan digambarkan berhasil selamat dari tragedi tersebut, namun Nicholas memastikan peran itu tidak memengaruhi mental pribadinya.
“Jawabannya mungkin enggak (trauma) ya. Saya kebetulan mentalnya cukup kebal,” kata Nicholas Saputra dalam konferensi pers di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Pesawat Masih Jadi Moda Transportasi Aman
Alih-alih merasa takut, bintang film Ada Apa dengan Cinta? itu justru berharap Tukar Takdir bisa mengingatkan publik bahwa pesawat masih merupakan moda transportasi paling aman.
Ia menekankan bahwa berdasarkan data statistik, tingkat kecelakaan pesawat jauh lebih rendah dibanding moda transportasi lain.
“Tontonan tentang peristiwa yang terkait dengan pesawat itu sebenarnya justru salah satu tujuannya adalah supaya kita tahu bahwa ini adalah moda transportasi yang paling aman berdasarkan statistik,” ujar aktor berusia 41 tahun tersebut.
Baca Juga:
Nicholas Saputra Tampil Beda di Tukar Takdir, Begini Ceritanya!
Nicholas Saputra Beri Kebebasan El Putra Sarira Perankan Rangga di Film Musikal ‘Rangga & Cinta’
Tak Ada Pengaruh pada Penonton
Nicholas juga menegaskan penonton tak perlu khawatir akan terbawa perasaan setelah menyaksikan film ini. Menurutnya, proses syuting tidak akan membuat orang merasa trauma karena penggambaran dalam film berbeda dengan pengalaman nyata di dalam pesawat.
“Kalau untuk film ini ya syutingnya tentu tidak mempengaruhi pengalamanmu real di dalam pesawat karena ini bukan pesawat-pesawatan,” ungkapnya.
Film Tukar Takdir diadaptasi dari novel berjudul sama karya Valiant Budi. Selain Nicholas Saputra, film ini juga menampilkan jajaran aktor papan atas seperti Marsha Timothy, Meriam Bellina, Marcella Zalianty, Adhisty Zara, Teddy Syach, Revaldo, Ariyo Wahab, hingga Roy Sungkono.
Film drama yang penuh ketegangan ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop pada 2 Oktober 2025.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











