BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – OJK Provinsi Jawa Barat memberikan edukasi keuangan kepada Penegak dan Pandega di lingkungan Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jabar.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk koordinasi pelaksanaan edukasi keuangan dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui Gerakan Pramuka.
Selain itu, kolaborasi OJK Provinsi Jawa Barat dengan Gerakan Pramuka menjadi wadah penting untuk menanamkan pemahaman finansial sejak dini.
Baca Juga:
OJK Jabar Perluas Edukasi Langsung bagi Masyarakat via Ngantri (Kunjungan Industri)
OJK dan FKIJK Jabar Salurkan Bantuan dan Siapkan Pemulihan Lahan Kritis Pascabencana di Cisarua
Peserta dibekali pemahaman mengenai lembaga dan produk jasa keuangan, pentingnya pengelolaan keuangan secara bijak, serta kewaspadaan terhadap risiko aktivitas keuangan ilegal.
Melalui pembelajaran interaktif, peserta diajak memahami lembaga dan produk jasa keuangan, belajar mengelola keuangan dengan bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko keuangan ilegal.
“Harapannya, Pramuka muda menjadi generasi cerdas finansial yang mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan bersama,” ujar Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman.
Sementara itu, data pada 2025 mencatat indeks literasi keuangan nasional berada di angka 66,46 persen, sementara inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Angka ini masih menyisakan jarak menuju target Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045, yakni literasi 69,35 persen dan inklusi 93 persen pada 2029.











