OJK Jawa Barat Dorong Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan Desa via EKI Saba Lembur di Subang

-

Tidak ada video disisipkan.

SUBANG, TEROPONGMEDIA.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat terus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan melalui Program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) bertajuk “Saba Lembur” di Kabupaten Subang.

Program ini menjadi bagian dari upaya OJK untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat desa agar memiliki pemahaman keuangan yang memadai serta akses terhadap produk dan layanan keuangan formal.

Kepala OJK Jawa Barat Darwisman dalam sambutannya pada kegiatan Sarasehan bersama para Kepala Desa yang digelar di Kantor Bupati Subang, Kamis (18/12/2025), mengatakan bahwa pada tahun 2025, pelaksanaan Program EKI di Kabupaten Subang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga jasa keuangan, dan masyarakat desa.

“Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat struktur ekonomi lokal, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan UMKM desa sebagai penopang utama perekonomian daerah,” kata Darwisman.

Lebih lanjut, Darwisman menyampaikan bahwa perekonomian Kabupaten Subang terus menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah tersebut tercatat sebesar 4,81 persen pada 2024 dan meningkat menjadi 5,48 persen pada triwulan I 2025, dengan sektor pertanian, perikanan, dan UMKM desa tumbuh hampir 10 persen.

“Potensi ekonomi desa di Kabupaten Subang sangat besar. Oleh karena itu, perlu didukung dengan peningkatan literasi dan inklusi keuangan agar pertumbuhan tersebut dapat dirasakan secara merata dan berkelanjutan,” ujar Darwisman.

Baca Juga:

OJK dan Pemda Perkuat Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Jabar

Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan, OJK Jabar Gelar Edukasi Masif Sepanjang 2025

Berdasarkan hasil survei tahun 2025, indeks literasi dan inklusi keuangan di wilayah perkotaan masing-masing tercatat sebesar 70,89 persen dan 83,61 persen. Namun, kesenjangan masih terlihat di wilayah perdesaan, dengan indeks literasi keuangan sebesar 59,60 persen dan inklusi keuangan sebesar 75,70 persen. Kondisi tersebut menunjukkan masih terbatasnya pemahaman dan pemanfaatan layanan keuangan formal di kalangan masyarakat desa.

Program EKI dirancang untuk menjembatani kesenjangan tersebut dengan meningkatkan literasi sekaligus memperluas akses keuangan. Melalui program ini, masyarakat desa diharapkan menjadi lebih produktif, berdaya, dan sejahtera, serta terhindar dari aktivitas keuangan ilegal. Peningkatan akses keuangan formal juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui penguatan daya beli, ketahanan ekonomi rumah tangga, dan perluasan peluang usaha.

“Melalui Program EKI, kami ingin memastikan bahwa masyarakat desa tidak hanya memiliki akses keuangan, tetapi juga memahami cara memanfaatkannya untuk meningkatkan kesejahteraan. Literasi dan inklusi keuangan adalah kunci agar desa naik kelas dan mampu mandiri secara ekonomi,” kata Darwisman.

Program EKI “Saba Lembur” di Kabupaten Subang telah diimplementasikan pada 30 desa di 6 kecamatan. Program ini menjadi bukti dukungan pemerintah daerah dalam mendekatkan layanan dan edukasi keuangan formal kepada masyarakat desa, sekaligus memperkuat ekosistem sektor jasa keuangan yang sehat dan inklusif.

Rangkaian implementasi Program EKI dilaksanakan melalui tiga tahapan. Tahap prainkubasi difokuskan pada pemetaan kebutuhan dan potensi desa. Tahap inkubasi dilakukan melalui kegiatan sosialisasi, edukasi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat desa, termasuk pelaku usaha, petani, peternak, ibu rumah tangga, dan komunitas lokal.

Selanjutnya, tahap pascainkubasi diarahkan untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal, antara lain melalui pembukaan rekening tabungan, penyaluran pembiayaan usaha, penggunaan QRIS, layanan agen laku pandai, serta perlindungan melalui asuransi mikro.

Selama tahun 2025, implementasi Program EKI di Kabupaten Subang mencatat total dana terhimpun sebesar Rp138,36 miliar, penyaluran kredit sebesar Rp303,42 miliar, serta jumlah masyarakat yang mengakses produk dan layanan keuangan formal sebanyak 14.500 orang atau rekening. Selain itu, telah terbentuk 72 agen laku pandai untuk memperluas jangkauan layanan keuangan di wilayah perdesaan.

Hasil survei prainkubasi dan pascainkubasi Ekosistem Keuangan Inklusif Kabupaten Subang Tahun 2025 menunjukkan peningkatan indeks literasi keuangan dari 62,55 persen menjadi 66,64 persen, serta inklusi keuangan dari 91,38 persen menjadi 99,41 persen.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan produk dan layanan keuangan formal, termasuk layanan digital dan pembayaran nontunai melalui QRIS, agen laku pandai, serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perlindungan keuangan melalui asuransi mikro.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, Asep Nuroni, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung penguatan literasi dan inklusi keuangan melalui kolaborasi dengan OJK, industri jasa keuangan, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kami meyakini bahwa sinergi ini akan mempercepat terwujudnya pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan, sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat agar terhindar dari praktik keuangan ilegal dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak,” ujarnya.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

6 Rekomendasi Tablet Unggulan Sepanjang Tahun 2024

2

Sinopsis Film Bajaj Bajuri, Pernah Dibintangi Mat Solar

3

Windows 10 Tetap Jadi Favorit, Meski Microsoft Akan Hentikan Dukungannya

4

Kejutan Suzuki Hadirkan Mobil Listrik, Ini Bocorannya

5

Firsta Yufi Amarta Putri Dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2025
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg