Pabrik Rokok Terbesar Berhenti Beli Tambakau, Petani Merana

Pabrik Rokok Terbesar Berhenti Beli Tambakau, Petani Merana
Buruh Gundang Tembakau di Lombok (dok. komunitaskretek)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — – PT Gudang Garam Tbk (kode emiten: GGRM) saat ini sudah menghentikan pembelian komoditas tembakau dari ribuan petani di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Kepastian ini didapatkan oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan usai dirinya berkunjung langsung ke pabrik Gudang Garam yang ada di Kediri. Dirinya mengaku sudah mendapatkan penjelasan dari manajemen perusahaan rokok besar itu.

Ia bilang, faktor anjloknya penjualan rokok menjadi alasan utama GGRM membatasi pengadaan tembakau dari sejumlah daerah, termasuk Temanggung.

“Jadi memang tidak lagi kondusif untuk membeli bahan baku khususnya dari Temanggung,” kata Agus dikutip dari Antara.

Compang-campingnya penjualan rokok Gudang Garam, kata Agus, juga bisa tampak dari pergerakan harga saham GGRM yang dulu mencapai Rp 90.000 per lembar pada 2019, kini harga sahamnya hanya diperdagangkan senilai Rp 9.600.

Baca Juga:

Petani Tembakau Temanggung Sesalkan Pemerintah yang Melarang Jual Rokok Batangan

Mahasiswa Asal Garut Ditangkap Polisi, Terbukti Mengedarkan Narkotika Jenis Tembakau Gorila

Ia mengatakan, kebetulan bahan baku tembakau di PT Gudang Garam itu persediaannya memang sudah berlebih, umpama diproses sesuai dengan produksi di bulan-bulan ini bisa sampai empat tahun ke depan.

Dengan kondisi serba susah seperti itu, pembelian bahan baku tembakau dari petani pun pastinya akan sangat terdampak.

Diketahui, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) memang melaporkan kinerja negatif di sepanjang periode tahun 2024. Dari laman keterbukaan informasi, GGRM mencatatkan laba bersih sebesar Rp 980,8 miliar di tahun 2024.

Perolehan itu anjlok 81,57 persen dari posisi tahun 2023 sebesar Rp 5,32 triliun. Sementara itu, pendapatan GGRM tercatat Rp 98,65 triliun di tahun 2024, turun 17,06 persen dari periode tahun 2023 senilai Rp 118,95 triliun. Sementara, biaya pokok pendapatan mencapai Rp 89,27 triliun, turun dari Rp 104,35 triliun. (_usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

3

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru