BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemerintah Kabupaten Sumba Barat mulai menata langkah pemulihan pasca kebakaran yang melanda Kampung Adat Waru Wora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, pada Jumat (5/12/2025).
Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk merekonstruksi ulang situs adat tersebut dengan tetap mempertahankan karakter dan nilai tradisionalnya.
“Langkah jangka panjang perlu kita pikirkan dan kita bangun kembali dengan mempertahankan nilai-nilai tradisionalnya,” ujar Yohanis, dikutip dari laman Pemkab Sumba Barat, Selasa (9/12/2025).
Kampung Waru Wora merupakan salah satu situs budaya penting di wilayah Lamboya. Di dalamnya berdiri 36 rumah adat berbentuk menara dengan atap ilalang dan dinding kayu-bambu, arsitektur khas Sumba yang menjadi simbol identitas masyarakat setempat.
Namun, kebakaran dahsyat pada Jumat (5/12/2025) sore menghancurkan sebagian besar kawasan tersebut. Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda NTT, Kombes Henry Novika Chandra, sebanyak 28 rumah adat terbakar, terdiri atas 26 rumah yang hangus total dan dua lainnya rusak sebagian. Sebanyak 139 warga terdampak dan kini kehilangan tempat tinggal. Meski begitu, ia memastikan tidak ada korban jiwa.
“Kerugian material cukup besar, tetapi kami memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ungkap Henry, beberapa hari lalu.
Baca Juga:
Kampung Adat Cireundeu Kepercayaan Sunda Wiwitan
Kebakaran bermula saat sejumlah warga datang ke kampung untuk mengambil kayu bahan pembuatan kandang babi. Mereka melihat kobaran api dari bagian belakang rumah milik Marsel Yeru. Upaya pemadaman secara manual dilakukan warga dengan menurunkan alang yang terbakar dari atap, namun angin dan material bangunan yang mudah terbakar membuat api merambat cepat.
“Dalam hitungan menit saja kobaran api merambat ke rumah-rumah lain yang berdekatan hingga warga tidak mampu lagi mengendalikannya,” jelas Henry.
Petugas gabungan bersama warga akhirnya berhasil menjinakkan api sekitar pukul 17.45 Wita menggunakan tiga mobil tangki air. Pendinginan dilakukan hingga malam hari untuk mencegah api kembali menyala. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran tersebut.
Di tengah kondisi memprihatinkan itu, komitmen pemerintah daerah untuk membangun kembali Kampung Adat Waru Wora menjadi titik terang bagi masyarakat. Rekonstruksi diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi permukiman adat, tetapi juga menjaga keberlanjutan warisan budaya Sumba yang selama ini menjadi kebanggaan dan daya tarik wisata budaya.
(Budis)











