BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Bursa transfer MotoGP menuju musim 2027 mulai memanas, dan satu nama menjadi pusat perhatian, Pedro Acosta. Pebalap muda sensasional asal Spanyol itu kini menjadi rebutan banyak tim papan atas setelah tampil impresif bersama Red Bull KTM sepanjang musim 2025.
Dalam usia baru 21 tahun, Acosta telah menorehkan prestasi yang membuat banyak pihak terkesima. Ia meraih empat podium di kelas utama, baik dalam balapan utama maupun sprint race dan secara konsisten bersaing di barisan depan. Penampilan solidnya di Grand Prix Malaysia di Sepang akhir pekan lalu kembali menegaskan statusnya sebagai calon bintang besar MotoGP.
Gaya balap agresif, penuh keberanian, dan kemampuan beradaptasi cepat membuat Acosta dijuluki “titisan Marc Marquez”. Julukan itu bukan tanpa alasan, karena karakter kompetitifnya di lintasan mengingatkan banyak orang pada dominasi Marquez di awal kariernya bersama Honda.
Namun, kesuksesan Acosta justru menciptakan dilema bagi KTM. Tim asal Austria itu tengah menghadapi tekanan finansial dan sedang melakukan efisiensi besar-besaran. Situasi ini membuka peluang bagi tim lain untuk menyalip dan menggoda sang pebalap muda keluar dari kontraknya.
Menurut berbagai laporan di paddock, setidaknya tiga tim besar siap bergerak cepat, yakni Ducati, Aprilia, dan VR46 Racing Team.
Ducati disebut tertarik menjadikannya penerus jangka panjang bagi Francesco Bagnaia. Aprilia ingin memadukan Acosta dengan pebalap berpengalaman sebagai proyek masa depan. Sementara VR46 Racing Team milik Valentino Rossi menjadi yang paling terbuka menyatakan ketertarikan.
Baca Juga:
Terbiasa dengan Tekanan, Pedro Acosta Siap Bersaing di MotoGP 2025
Direktur tim, Alessio “Uccio” Salucci, bahkan mengakui bahwa VR46 telah menyiapkan satu kursi kosong untuk musim 2027.
“Kami sangat ingin merekrutnya. Tapi ini akan menjadi proses yang sulit. Kami tahu hampir semua tim pabrikan juga mengincarnya, tapi kami siap berjuang untuk mendapatkannya,” ujar Uccio dikutip dari Motosan, Minggu (2/11/2025).
VR46 saat ini masih mengandalkan Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli, namun tim tersebut dinilai perlu regenerasi untuk tetap kompetitif di era baru MotoGP. Acosta dianggap sebagai sosok ideal untuk membawa semangat baru ke tim satelit Ducati tersebut.
Dengan kontrak mayoritas pebalap papan atas yang akan berakhir pada penghujung 2026, periode silly season mendatang diyakini akan menjadi yang paling panas dalam satu dekade terakhir. Dan di tengah semua spekulasi itu, satu hal tampak pasti, Pedro Acosta kini menjadi komoditas paling berharga di dunia MotoGP.
(Budis)











