BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Jepang secara resmi meminta OpenAI untuk menahan diri dari pelanggaran hak cipta setelah muncul kontroversi terkait kemampuan model video terbaru mereka, Sora 2. Permintaan tersebut disampaikan melalui Kantor Strategi Kekayaan Intelektual di bawah Kabinet Jepang, menyusul maraknya video buatan Sora 2 yang menampilkan karakter-karakter dari anime dan gim populer tanpa izin pemegang hak cipta.
Sejak dirilis pada 1 Oktober lalu, Sora 2 mencuri perhatian karena kemampuannya menghasilkan video berdurasi 20 detik dalam resolusi 1080p lengkap dengan suara. Namun, popularitas tersebut justru menimbulkan masalah baru di media sosial.
Platform digital dibanjiri video buatan pengguna yang menampilkan karakter dari One Piece, Demon Slayer, Pokémon, hingga Mario. Pemerintah Jepang menilai tren ini berpotensi melanggar hak cipta dan merugikan industri kreatif nasional.
Menteri Negara untuk Strategi IP dan AI, Minoru Kiuchi, menegaskan bahwa anime dan manga merupakan aset budaya penting yang perlu dilindungi. Ia menyampaikan komitmen pemerintah untuk memastikan perkembangan teknologi AI tidak merugikan sektor kreatif Jepang.
Nada tegas itu dibarengi ajakan kolaborasi dari Menteri Digital Masaaki Taira, yang berharap OpenAI dapat mematuhi permintaan tersebut secara sukarela tanpa perlu langkah hukum lebih lanjut.
Jika pelanggaran serupa terus terjadi, pemerintah Jepang berpotensi menggunakan AI Promotion Act sebagai dasar penegakan hukum. Undang-undang yang akan berlaku penuh pada 1 September 2025 itu bertujuan menjadikan Jepang sebagai negara paling ramah AI di dunia.
Meski demikian, dalam Pasal 16 undang-undang tersebut, pemerintah juga memiliki wewenang untuk meneliti pelanggaran hak warga akibat pemanfaatan AI yang tidak tepat. Aturan ini tidak mencantumkan sanksi langsung, namun menegaskan pentingnya tanggung jawab moral dan kerja sama antara pemerintah dan pelaku industri.
BACA JUGA:
Klaim Tiket Gratis Grand Final FFWS Global Finals 2025, Begini Caranya
Cara Deteksi QRIS Palsu: Puluhan Pedagang di Dayeuhkolot Bandung Jadi Korban, Jangan Terulang!
Politikus Partai Demokrat Liberal (LDP) Akihisa Shiozaki menilai kasus Sora 2 menjadi peringatan bagi Jepang untuk segera memperkuat regulasi hak cipta di era kecerdasan buatan. Ia menilai situasi ini sebagai peluang bagi Jepang untuk memimpin dalam pembentukan kebijakan AI global.
Sementara itu, CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya mengakui kekhawatiran terkait penggunaan karya berhak cipta oleh Sora 2. Ia menyebut pihaknya akan memberikan lebih banyak kontrol kepada pemegang hak cipta, termasuk opsi bagi mereka untuk menentukan sejauh mana karakter ciptaannya boleh digunakan.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari OpenAI terhadap permintaan pemerintah Jepang tersebut.
(Haqi/_Usk)











