BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pabrikan KTM kini menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan bintang mudanya, Pedro Acosta. Direktur Motorsport KTM, Pit Beirer, secara jujur mengakui bahwa tim Austria itu hanya memiliki sedikit waktu tersisa untuk meyakinkan sang pebalap agar tetap bersama mereka setelah musim 2026.
Acosta, yang menjalani musim keduanya di kelas premier, terus menunjukkan potensi luar biasa meski belum juga meraih kemenangan perdana di MotoGP. Performa RC16 yang belum sepenuhnya konsisten menjadi penghambat utama. Namun peningkatan sejak jeda musim panas mulai memberi secercah harapan.
Di Grand Prix Portugal akhir pekan ini, Acosta memperlihatkan kecepatannya dengan menempati posisi ketiga tercepat pada sesi latihan Jumat, hanya kalah dari Alex Marquez dan Francesco Bagnaia. Hasil itu semakin menegaskan statusnya sebagai talenta muda paling menjanjikan di grid.
Namun Beirer sadar, hasil latihan bukan jaminan untuk mempertahankan Acosta dalam jangka panjang.
“Saya pikir sangat jelas bahwa dia di sini bukan untuk mengejar uang, tapi untuk menang. Kami masih punya sedikit waktu tidak banyak untuk membuktikan bahwa kami adalah mitra yang tepat untuknya,” ujar Beirer, melansir motosport, Minggu (9/11/2025).
Pernyataan itu menggambarkan situasi genting di kubu KTM. Pasalnya, kontrak Acosta akan berakhir pada akhir 2026, dan sejumlah pabrikan besar seperti Ducati serta Aprilia diyakini mulai memantau situasinya. Dengan performa yang belum sepenuhnya stabil, KTM harus membuktikan bahwa mereka mampu memberikan paket motor yang bisa membawa Acosta ke kemenangan.
Baca Juga:
KTM Pelajari Strategi Ducati, Kejar Dominasi di MotoGP
Meski begitu, Beirer tetap optimistis. Ia menilai perjalanan sulit KTM sejak musim dingin lalu justru menunjukkan karakter tim yang tangguh.
“Kami datang dari musim dingin yang sulit, tapi saya pikir tahun ini kami mulai menunjukkan kemajuan nyata. Itu bukti bahwa proyek kami masih hidup,” ujarnya.
Pedro Acosta sendiri dikenal memiliki hubungan kuat dengan KTM, pabrikan yang telah mempercayainya sejak masa Moto3. Namun di level tertinggi MotoGP, kesetiaan seorang pebalap kerap ditentukan oleh satu hal: motor yang bisa menang.
Dengan dua musim tersisa dalam kontraknya, waktu terus berdetak bagi KTM. Grand Prix Portugal mungkin hanyalah satu balapan, tapi bagi KTM, setiap hasil kini menjadi bagian dari ujian besar,bukan hanya soal kecepatan di lintasan, melainkan juga upaya mempertahankan masa depan mereka bersama salah satu talenta paling berharga di MotoGP.
(Budis)










