Polemik Elena Rybakina Memanas, Kazakhstan Tegaskan Tak Ada Istilah ‘Kewarganegaraan Olahraga’

Elena Rybakina
Elena Rybakina (Foto: dok.WTA).
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Federasi Tenis Kazakhstan (KTF) secara tegas membantah pernyataan Presiden Federasi Tenis Rusia, Shamil Tarpischev, yang menuding Elena Rybakina hanya memanfaatkan Kazakhstan demi kepentingan karier dan masih bermukim di Moskow.

Polemik ini mencuat di tengah meningkatnya jumlah petenis Rusia yang berpindah kewarganegaraan olahraga, menyusul larangan Rusia tampil di ajang beregu internasional akibat perang Ukraina. Dalam pernyataannya kepada Match TV, Tarpischev menyebut Rybakina sebagai contoh petenis yang menurutnya hanya “mengganti kewarganegaraan olahraga” demi kemajuan karier.

Ia menyebut Rybakina masih memiliki kewarganegaraan Rusia dan tinggal di Moskow, sementara Kazakhstan hanya menjadi sarana administratif untuk berkompetisi di level internasional.

Pernyataan tersebut langsung dibantah keras oleh Federasi Tenis Kazakhstan. Dalam keterangan resmi yang dikutip media lokal sports.kz, KTF menegaskan bahwa semua klaim Tarpischev tidak sesuai fakta.

“Ia adalah warga negara Republik Kazakhstan, memiliki paspor Kazakhstan, dan terdaftar secara resmi di Astana. Elena tidak tinggal di Moskow,” tulis KTF dalam pernyataannya, dikutip Rabu (17/12/2025).

Baca Juga:

Juarai WTA Finals, Elena Rybakina Kantongi Hadiah Rp87,2 miliar

Federasi juga menegaskan bahwa tidak ada istilah “kewarganegaraan olahraga” dalam sistem hukum Kazakhstan. Rybakina disebut telah menjadi warga negara penuh dan secara sah mewakili Kazakhstan sejak 2018, termasuk sebagai anggota tim nasional dalam berbagai ajang internasional.

Elena Rybakina sendiri lahir di Moskow, namun memilih memperkuat Kazakhstan setelah menerima dukungan penuh berupa pembiayaan, fasilitas latihan, serta pendampingan karier dari federasi setempat. Dalam wawancara sebelumnya dengan The Guardian, Rybakina menyebut keputusan tersebut sebagai titik balik penting dalam perjalanan profesionalnya.

Saat ini, petenis berusia 26 tahun itu menempati peringkat lima dunia. Ia telah mengoleksi 11 gelar WTA sepanjang kariernya, termasuk gelar Wimbledon 2022. Pada musim 2025, Rybakina mencatatkan rekor 59 kemenangan dan 19 kekalahan, dengan tiga gelar juara di Strasbourg, Ningbo, serta WTA Finals.

Kontroversi ini kembali menegaskan ketegangan antara federasi tenis Rusia dan negara-negara yang kini menaungi petenis-petenis kelahiran Rusia, di tengah dinamika politik global yang masih memengaruhi dunia olahraga internasional.

(Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika

4

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

5

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru