JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil membongkar peredaran narkotika jenis etomidate yang dikemas dalam bentuk cartridge rokok elektrik di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan tiga orang tersangka serta menyita ribuan cartridge vape yang diduga mengandung zat terlarang tersebut.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menjelaskan, kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat terkait dugaan peredaran etomidate di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok. Informasi tersebut diterima aparat pada Kamis (29/1) sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung ditindaklanjuti dengan serangkaian penyelidikan.
“Hasil pengembangan mengarah pada rencana transaksi di sekitar Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, pada Jumat (30/1) sekitar pukul 14.30 WIB. Tim kemudian melakukan pemantauan, penyamaran, dan surveilans di lokasi,” ujar Aris dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga:
BNN Bongkar Pabrik Narkotika Jaringan Internasional di Apartemen Elit Sudirman Jaksel
Sekitar pukul 17.24 WIB, petugas mengamankan seorang pria berinisial P di trotoar dekat apartemen tersebut. Dari pemeriksaan awal, P mengaku sedang menunggu pembeli.
P juga mengungkapkan keberadaan dua rekannya, R dan N, yang berada di dalam sebuah mobil tak jauh dari lokasi. Polisi kemudian mengamankan keduanya dan melakukan penggeledahan terhadap kendaraan tersebut.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sebuah koper berwarna hijau yang berisi 5.095 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate.
“Barang bukti tersebut berdasarkan keterangan awal berasal dari Tanjung Balai, Sumatera Utara, dan merupakan milik seseorang berinisial K yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO),” kata Aris.
Sementara itu, ketiga pelaku yang diamankan diduga berperan sebagai perantara dalam peredaran etomidate dengan motif keuntungan ekonomi.
Saat ini, para tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polres Pelabuhan Tanjung Priok untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih terus melakukan pengembangan kasus guna memburu pemasok utama dalam jaringan peredaran narkotika tersebut.