BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Seorang pria bernama Zainal (46) tewas setelah ditikam di kawasan Perumahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pelaku diduga merupakan oknum TNI berinisial Serda AL (43).
Insiden terjadi saat Zainal mengantar seorang wanita berinisial N (36), yang diketahui merupakan istri pelaku. Dalam rekaman video berdurasi 51 detik yang beredar di media sosial, korban tampak tergeletak bersimbah darah akibat luka tikam di bagian pinggang belakang.
N terlihat histeris sambil meminta pertolongan, namun warga sekitar hanya menyaksikan peristiwa tersebut. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi tidak bisa diselamatkan karena mengalami pendarahan hebat pada pinggang dan lengan kiri.
Berdasarkan informasi awal, kejadian bermula ketika pelaku menghadang mobil korban menggunakan sepeda motor. Setelah meminta keduanya turun, pelaku langsung melakukan penikaman. Ironisnya, Zainal dan istri pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga.
“Isti sama anak saya (korban) masih keluarga, sepupu makanya heran saya kok bisa begitu,” ujar ayah korban, Abdul Rahman di rumah dika, mengutip Inews, Selasa (18/11/2025) malam.
Jenazah korban sudah dimakamkan oleh pihak keluarga. Ayah korban, Abdul Rahman mengatakan bahwa Zainal sehari-hari bekerja sebagai penyewa tenda pengantin.
“Menurut info, si istri memang sedang diintip-intip dari jauh (oleh pelaku) kebetulan si suami ini (pelaku) memburu anak saya. Sampai ketemu di lokasi kejadian anak saya langsung ditikam membabi buta,” katanya.
Sementara itu, N yang merupakan istri pelaku diketahui bekerja sebagai penata rias pengantin dan kerap berkolaborasi dengan korban dalam berbagai acara pernikahan.
Baca Juga:
Polisi di Kendari Tewas Ditikam ASN Denbekang TNI Saat Melerai Pertengkaran
Daftar Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional, dari Purnawirawan TNI Hingga Aktivis
“Saya benar-benar menuntut keadilan. Apalagi setelah membunuh, dia juga membawa kabur mobil anak saya. Jadi saya ingin menjeratnya dengan dua pasal, pembunuhan dan pencurian,” ujarnya.
Kepala Penerangan Komando Daerah (Kapendam) Angkatan Udara II, Kolonel Sus Aidil, memastikan bahwa kasus tersebut telah ditangani Polisi Militer TNI AU (POMAU). Pelaku pun telah resmi ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
(Vini Virdiyanti/Budis)











