JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem tengah menjadi sorotan publik nasional. Namanya ramai diperbincangkan setelah menyampaikan pandangan berbeda dengan pemerintah pusat terkait masuknya bantuan asing bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh.
Profil Muzakir Manaf
Muzakir Manaf merupakan Gubernur Aceh periode 2025–2030. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh pada periode 2012–2017.
Mualem lahir di Aceh Utara pada 3 April 1964. Ia dikenal sebagai mantan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Dalam sejarah konflik Aceh, Mualem ditunjuk sebagai panglima tertinggi GAM pada tahun 2002, menggantikan Abdullah Syafi’i yang gugur.
Peran Mualem dalam Sejarah Perdamaian Aceh
Nama Muzakir Manaf mulai dikenal publik secara luas setelah penandatanganan Perjanjian Helsinki pada 2005. Perjanjian ini menjadi tonggak perdamaian antara GAM dan Pemerintah Indonesia setelah konflik berkepanjangan.
Pasca-perdamaian, Mualem menjabat sebagai Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA). Ia juga menjadi salah satu pendiri Partai Gerakan Aceh Mandiri yang kemudian berganti nama menjadi Partai Aceh, partai politik lokal yang hingga kini memiliki pengaruh kuat di Aceh.
Karier Politik Muzakir Manaf
Pada Pemilihan Gubernur Aceh 2012, Mualem maju sebagai calon Wakil Gubernur mendampingi Zaini Abdullah. Pasangan ini berhasil memenangkan pemilihan dan dilantik pada 4 Juni 2012.
Pada Pilgub Aceh 2017, Mualem kembali maju sebagai calon gubernur, namun harus mengakui kekalahan dari Irwandi Yusuf. Barulah pada Pilgub Aceh 2024, Mualem yang berpasangan dengan Fadhlullah berhasil meraih kemenangan atas Bustami Hamzah.
Muzakir Manaf dan Fadhlullah resmi dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada 12 Februari 2025.
Baca Juga:
Ramai Bendera Putih Berkibar di Aceh, Isyarat Keputusasaan Warga Terhadap Bantuan Pemerintah
Alasan Bahlil Listrik di Aceh Belum Pulih: Dipaksakan Masyarakat Bisa Kecelakaan
Pernyataan tersebut menandai perbedaan pandangan dengan pemerintah pusat yang sebelumnya menyatakan bantuan asing belum dibuka.
Sikap Pemerintah Pusat
Pemerintah pusat melalui Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia masih memiliki kemampuan untuk menangani bencana di Sumatra dengan kekuatan dalam negeri. Pemerintah menilai bantuan internasional belum diperlukan pada tahap ini.
“Saya yakin kita bisa menyelesaikan masalah ini,” ujar Menlu Sugiono di Jakarta.
Perbedaan sikap ini menempatkan Muzakir Manaf dalam sorotan nasional, sekaligus menunjukkan pendekatan berbeda antara pemerintah daerah dan pusat dalam merespons bencana besar di Aceh.
(Dist)










