Puluhan Rumah Warga Rusak Akibat Tanah Bergerak di Wonosobo

Puluhan Rumah Warga Rusak Akibat Tanah Bergerak di Wonosobo
Ilustrasi (AI Meta)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tanah bergerak melanda wilayah Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Akibat kejadian ini, puluhan rumah warga di Desa Pucungkerep, Kecamatan Kaliwiro, mengalami kerusakan parah.

Sejumlah bangunan tampak miring, tembok dan lantai rumah retak, bahkan beberapa di antaranya nyaris roboh.

Kondisi terparah terjadi di dua dusun, yakni Krandegan dan Dusun Purwo. Di wilayah ini, kerusakan bangunan mencapai tingkat berat dengan dinding rumah pecah, lantai retak-retak, serta bangunannya miring nyaris ambruk.

Bahkan, terdapat satu bangunan rumah yang amblas separuh hingga terlepas dari pondasi sepanjang sekitar enam meter dengan lebar rekahan mencapai 40 sentimeter.

Berdasarkan lapotran, tercatat sekitar 50 rumah warga mengalami kerusakan parah, dengan 30 rumah di dua dusun paling terdampak, Krandegan dan Purwo, serta sisanya di Dusun Tedunan.

Baca Juga:

Warga Desa Pasir Munjul Purwakarta yang Terdampak Tanah Bergerak Akan Direlokasikan

Tanah Bergerak di Purwakarta Ancam Ruas Jalan Tol Cipularang

 

Pergerakan tanah mulai dirasakan sejak beberapa hari lalu dan semakin parah setelah hujan mengguyur wilayah tersebut secara terus-menerus selama sepekan terakhir hal tersebut berdasarkan keterangan warga setempat.

Warga Dusun Krandegan, Sri Hartati (50) mengaku rumahnya kini dalam kondisi miring.

“Sudah lama sekali ini. Kalau malam apalagi hujan, takutlah. Tiba-tiba tanah ambles gitu, enggak terasa. Kadang keramik-keramik bunyi, mungkin tanahnya lagi jalan,” ungkap Sri mengutip bertasatu.

Meski khawatir, Sri Hartati bersama keluarganya masih bertahan di rumah. “Kalau tidur ya pindah ke tempat lain dahulu, tetapi kalau siang masih di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Pucungkerep, Sapto Susilo mengatakan, alat peringatan dini (EWS) di wilayahnya saat ini dalam kondisi rusak dan masih dalam perbaikan. Terjadi tanah bergerak ini sejak empat tahun lalu dan kini masih terjadi.

“Setiap tahun memang ada pergerakan tanah, terutama saat curah hujan tinggi ditambah kontur tanah yang labil. Prosesnya perlahan, jadi warga sering menyepelekan,” kata Sapto.

Ia menambahkan, pemerintah sebenarnya telah memberikan penyuluhan dan menyiapkan bantuan relokasi, tetapi sebagian besar warga enggan pindah karena tidak memiliki lahan atau tempat lain.

“Di desa ini ada sekitar 185 keluarga, hampir semuanya terdampak, dan 50 rumah di antaranya mengalami kerusakan parah,” jelasnya.

Sapto berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat memberikan dukungan tambahan, terutama terkait program relokasi bagi warga terdampak.

“Paling parah itu di dua dusun, Krandegan dan Purwo,” ujarnya.

Hingga saat ini, petugas masih melakukan pemantauan di lapangan karena dikhawatirkan pergerakan tanah masih berlanjut jika hujan deras terus terjadi. Warga diminta tetap waspada dan segera melapor apabila muncul retakan baru di sekitar tempat tinggal.

(usamah kustiawan)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

3

4

Meski Matic, ini Catatan Berkesan BBM Kijang Kapsul LGX

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru