BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Harapan Indonesia untuk menutup tur Eropa dengan dua gelar juara pupus sudah. Putri Kusuma Wardani, tunggal putri peringkat 7 dunia, harus mengakui keunggulan pemain senior Denmark, Mia Blichfeldt, dalam laga final Hylo Open 2025 yang berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrücken, Jerman, Minggu (2/11) malam waktu setempat.
Menempati unggulan teratas, Putri KW menyerah lewat duel ketat rubber game 11-21, 21-7, 12-21. Meski sempat bangkit di gim kedua, sang wakil Merah Putih tak mampu mempertahankan momentum saat Blichfeldt tampil lebih agresif dan stabil di gim penentuan.
Kekalahan ini memperpanjang penantian Putri untuk meraih gelar perdana musim ini, setelah beberapa kali menembus babak akhir namun gagal menuntaskannya. Namun, posisi runner-up di turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 ini menjadi tambahan poin penting dalam upayanya lolos ke BWF World Tour Finals 2025 yang akan digelar Desember mendatang.
“Pasti kecewa dengan hasil ini, tapi saya tetap bersyukur bisa naik podium di Hylo Open karena di dua turnamen terakhir hasilnya kurang memuaskan. Itu sempat membuat kondisi saya goyah,” tutur Putri melalui keterangan resmi Humas dan Media PP PBSI, dikutip Selasa (4/11/2025).
Putri tak menampik bahwa Blichfeldt tampil lebih percaya diri dan efisien di hadapan publik Eropa.
“Untuk permainan hari ini, Mia memang cukup baik dari serangan dan keagresifannya. Sementara saya bermain dengan banyak kebingungan dan keraguan di gim pertama dan ketiga,” ungkapnya jujur.
Baca Juga:
Jonatan Christie Juara Hylo Open 2025, Gelar Ketiga Beruntun Musim Ini
Meski gagal merebut titel, langkah Putri KW tetap menunjukkan sinyal positif. Ia mulai menegaskan posisinya di jajaran elite tunggal putri dunia dan menjadi tumpuan utama Indonesia setelah era Gregoria Mariska.
Sementara itu, dari sektor tunggal putra, Jonatan Christie menjadi penyejuk bagi kontingen Indonesia. Pebulutangkis berusia 27 tahun itu tampil solid untuk merebut gelar juara Hylo Open 2025, menundukkan wakil Denmark Magnus Johannesen dengan skor meyakinkan 21-14, 21-14.
Bagi Jonatan, kemenangan ini menjadi gelar ketiga musim 2025, setelah sebelumnya berjaya di Denmark Open Super 750 dan Korea Open Super 500. Konsistensi ini mempertegas statusnya sebagai salah satu tunggal putra paling stabil di dunia musim ini.
Keberhasilan Jonatan sekaligus menutup rangkaian tur Eropa dengan catatan manis bagi tim bulutangkis Indonesia—di saat sektor putri masih berjuang menemukan puncak performa terbaiknya.
(Budis)











